PENTAS.TV – BANDUNG, Di antara beragam jenis moda transportasi publik, superioritas kereta semakin sulit tertandingi. Ini menempatkan kereta sebagai transportasi publik terfavorit.
Buktinya, selama 2025, volume penumpang kereta, khususnya kereta lokal, super berjubel. Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) menunjukkan, secara total, pada Januari-Desember 2025, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) tersebut melayani 442.111.779 orang penumpang kereta lokal.
“Jumlah tersebut lebih banyak daripada realisasi Januari-Desember 2024, yakni sebanyak 406.024.854 orang,” tandas Anne Purba, Vice President Public Relations & Corporate Communication PT KAI (Persero), dalam keterangannya.
Anne Purba mengungkapkan, Commuter Line menjadi yang paling favorit bagi masyarakat.
Tahun lalu, kata mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) ini, kebutuhan transportasi sebanyak 400.737.915 orang penumpang terlayani dan terakomodir oleh rangkaian-rangkaian Commuter Line.
“Jumlah penumpang Commuter Line selama 2025 itu, melebihi realisasi tahun sebelumnya, yang berjumlah 374.484.307 orang,” sambung Anne Purba.
Tahun lalu, lanjut Anne Purba, Wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek), Bandung Raya, Yogyakarta, dan Surabaya, merupakan wilayah tersibuk selama 2025.
Di wilayah Jabodetabek, melalui rangkaian Commuter Line, pihaknya melayani dan mengakomodir 349.311.251 orang penumpang.
Anne Purba meneruskan, volume penumpang yang terlayani di wilayah Jabodetabek tersebut belum termasuk Light Rail Transit LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).
Pada Januari Desember 2025, LRT Jabodebek melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi bagi sebanyak 28.816.787 orang penumpang, melebihi realisasi 2024, yang berjumlah 21.055.870 orang.
“Kemudian, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta juga termasuk rangkaian favorit masyarakat karena selama 2025, melayani 2.346.934 orang penumpang,” papar Anne Purba.
Wilayah 2 Bandung, sahutnya , berpredikat runner-up wilayah paling sibuk setelah Jabodetabek. Jumlah penumpang Commuter Line yang terlayani di Wilayah 2 Bandung selama 12 bulan periode 2025, sebut dia, yakni 18.727.643 orang.
Selanjutnya, kata Anne Purba, sebanyak 16.020.323 orang penumpang terlayani kebutuhan mobilitasnya oleh Commuter Line Wilayah 8 Surabaya.
Tersibuk tersibuk keempat pada tahun lalu , lanjut Anne Purba, adalah Wilayah 6 Yogyakarta. Di wilayah kesultanan ini, ucapnya, melalui Commuter Line, pihaknya melayani 9.015.768 orang penumpang.
Jumlah itu, kata Anne Purba, belum termasuk Commuter Line Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Commuter Line BIAS yang mengonektivitaskan antara kawasan perkotaan dan bandara yang sama.
“Jumlahnya, beber dia, masing-masing 2.865.729 orang dan 769.490 orang penumpang,” beber Anne Purba.
Begitu pula dengan Commuter Line Prameks. Tahun lalu, rangkaian koridor Yogyakarta-Solo ini melayani 1.113.023 orang penumpang.
Predikat tersibuk berikutnya, ungkap Anne Purba, disandang Banten. Selama 2025, ujarnya, volume penumpang yang terlayani Commuter Line Rangkasbitung-Merak berjumlah 4.463.446 orang.
Di kawasan tengah Jawa, ujar Anne Purba, Commuter Line Batara Kresna menjadi pilihan utama transportasi sebanyak 179.697 orang penumpang.
Regional Sumatera pun, tambah Anne Purba, volume penumpang Commuter Line pun berjubel. Sebagai bukti, imbuh dia, di Wilayah Medah, lelaui Commuter Line Srilelawangsa, pihaknya melayani 4.115.680 orang penumpang.
“Sedangkan di Wilayah Palembang, sebanyak 4.626.481 orang penumpang terlayani oleh LRT Sumatera Selatan,” sebut dia.
Melihat hal itu, Anne Purba menyatakan, bertambah banyaknya volume penumpang kereta lokal dan Commuter Line di seluruh wilayah kerjanya tersebut membuktikan bahwa kereta semakin memperlancar, mengefisiensikan, dan mengefektifkan mobilitas publik, baik sosial maupun ekonomi.
“Juga kian memperkuat konektivitas antar-daerah,” tutur Anne Purba mengakhiri pernyataannya. (win/*)














