PENTAS.TV – BANDUNG, Sejak pertama kali berkiprah di tanah air pada dekade 1970-an, hingga sekarang, brand yang satu ini tetap menjadi yang terfavorit dan terlaris di Bumi Khatulistiwa.
PT Toyota Astra Motor (TAM), selaku Agen Pemegang Merek (APM) Toyota Motor Corporation, mengklaim bahwa selama 2025, produk berlambang The Triple Elips ini mendominasi pasar otomotif nasional.
PT TAM menyatakan, selama Januari-Desember 2025, secara wholesales, volume penjualan mrlebih 250 ribu unit.
“Tahun lalu, meski secara umum, pasar otomotif nasional mengalami berbagai kendala dan dinamika, kami masih mendominasi. Itu berkat perolehan market share sebesar 31,2 persen,” tandas Jap Ernando Demily, Direktur Marketing PT TAM, kepada media.
Tidak hanya mendominasi pasar domestik, Joy Ernando Demily menyatakan, sejak 1987, hingga kini, pihaknya pun tetap mengekspor produk-produknya ke berbagai negara.
Secara kumulatif, beber dia, pada 1987-2025, pihaknya membukukan kinerja ekspor berjumlah 3.151.000 unit. Negara tujuannya, lanjut dia, sekitar 100 negara di berbagai kawasan, baik Asia, Australia, Timur Tengah, maupun Amerika Serikat (AS).
Joy Ernando Demily mengungkapkan, agar kinerja ekspor lebih mentereng, pihaknya pu serius menggarap pasar ekspor produk berbasis elekttrifikasi.
“Berkaitan dengan rencana ekspor elektrifikasi, kami juga menambah lokalisasi komponen dalam negeri pada produk teknologi tersebut,” urai dia.
Joy Ernando Demily meneruskan, ada aspek lain yang juga krusial dan senantiasa pihaknya terapkan, yaitu After Sales Service atau pelayanan purna jual.
Hingga kini, beber dia, pihaknya mengaktifkan ratusan jaringan outlet resmi, yang berjumlah melebihi 360 jaringan.
“Angka itu belum termasuk Parts Shop, yang jumlahnya melebihi 1.000 Parts Shop,” sambung Joy Ernando Demily.
Wilayah Jawa, sebutnya, yang meraih market share 30,5 persen, menjadi titik terbanyak aktivasi jaringan outlet resmi. Jumlahnya, tutur dia, yakni sekitar 210 outlet.
Wilayah Kalimantan ,imbuhnya, pihaknya, yang meraih 36,3 persen market share, mengoperasikan 23 outlet.
Wilayah Indonesia Timur yang meraih 40,4 persen market share, semisal Sulawesi, kata Joy Ernando Demily, pihaknya mengaktifkan 39 jaringan outlet.
Sedangkan di wilayah Bali-Nusa Tenggara, yang persentase panas pasarnya 32,6 persen, tambahnya, pihaknya mengaktifkan 16 jaringan outlet.
“Khusus Papua, kami merebut 47,7 persen market share. Jumlah jaringannya ada 10 outlet.” pungkasnya.(win/*)














