PENTAS.TV – BANDUNG, Seiring dengan bergulirnya agenda global berkenaan dengan pengurangan emisi karbon demi kelestarian lingkungan, yaitu Net Zero Emissions (NZE), banyak kalangan, termasuk industri, yang bertransformasi. Antara lain, otomotif.
Selama beberapa tahun terakhir, para produsen otomotif beramai-ramai transformasi teknologi pada produk-produknya.
Caranya, memproduksi dan memasarkan model-model yang lebih go green & clean energy, yakni merilis varian-varian berbasis elektrifikasi, baik berkonsep Full Electric Vehicle (EV), Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), maupun Battery Electric Vehicle (BEV), di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Berkenaan dengan hal itu, sejak beberapa waktu terakhir, banyak model elektrifikasi yang meramaikan pasar otomotif Indonesia. Informasinya, pasar kendaraan elektrik di tanah air pun terus menunjukkan pergerakan positifnya.
Karenanya, demi memperkuat pasar, sekaligus melengkapi Line-up Elektrifikasi, awal tahun ini, PT Honda Prospect Motor (HPM), selaku Agen Pemegang Merek (APM) Honda Motor Company, merilis varian sport berbasis Hybrid, The New Generation Honda Prelude e: Hybrid.
Meski segmennya berkatagori spesifik, ternyata, publik tanah air merespon kehadiran The New Generation Honda Prelude e: Hybrid direspon secara positif di berbagai daerah, termasuk Jabar.
Di Tatar Pasundan, Iwan Tjandradinata , Direktur Operasional Honda Bandung Center (HBC) selalu main dealer PT HPM Area Jabar-Banten, mengklaim bahwa animo masyarakat tercermin pada saat launching The New Generation Honda Prelude e: Hybrid.
“Sayangnya, pasokan pusat (Honda Motor Company) masih terbatas. Ini tantangan bagi kami,” tandas Iwan Tjandradinata.
Pria berkaca mata ini mengemukakan, Indonesia menerima alokasi 100 unit The New Generation Honda Prelude e:Hybrid.
Hebatnya, kata Iwan Tjandradinata, sekitar 30 persen pembelian The New Generation Honda Prelude e: Hybrid adalah asal Jabar.
“Itu menunjukkan respon positif Jabar atas hadirnya model sport Hybrid tersebut,” sahut Iwan Tjandradinata.
Dia berpendapat, The New Generation Honda Prelude e: Hybrid pun diminati publik atau pasar negeri asalnya, Jepang.
Otomatis, lanjut Iwan Tjandradinata, masifnya permintaan pasar global, termasuk Jepang, tersebut berimbas pada terbatasnya pasokan bagi Indonesia.
Iwan Tjandradinata mengharapkan alokasi The New Generation Honda Prelude e:Hybrid bertambah.
Alasannya, logis. Yakni, jelasnya, kuatnya peminat dan pasar nasional atas varian sport hybrid tersebut.
Karena masih cukup terkendala pasokannya, Iwan Tjandradinata memprediksi, pendistribusian unit kepada konsumen mulai bergulir pada semester II tahun ini. “Paling cepat, perkiraan kami yaitu Mei 2026,” kata Iwan Tjandradinata. (win /*)














