PENTAS.TV – BANDUNG, Sebelas anak yatim korban longsor Desa Pasir Langu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dapat beasiswa hingga S1. Kepastian itu didapatkan setelah mereka menerima secara simbolis bantuan dari Garda Mawar, sebuah komunitas pecinta motor.
Fauka Noor Farid, Ketua Umum Garda Mawar menyampaikan komitmen bantuan beasiswa melalui Yayasan Suyoto pada Minggu, 15 Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, Fauka menyampaikan komitmen Garda Mawar untuk mengawal kesebelas anak tersebut hingga kuliah. “Kami berharap anak-anak ini bisa menempuh pendidikan hingga lulus kuliah dengan jurusan yang mereka pilih”, ujar pria yang juga merupakan kepala tim khusus presiden.
Kegiatan itu disaksikan sejumlah pengurus Garda Mawar yang sengaja hadir di Travellers Inn, Jalan Aria Jipang Bandung.
Dalam kesempatan itu, turut hadir kepala sekolah SMP Al Ma’arif Nur Hidayah tempat anak-anak itu bersekolah. Garda Mawar hadir di Bandung dalam misi sosial untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Pada Minggu pagi, mereka juga sudah menyambangi panti asuhan Muhammadiyah yang terletak di jalan Purnawarman Bandung. Pada kesempatan tersebut mereka menyerahkan sejumlah bantuan untuk balita dan juga hadiah umroh untuk lima pengurus panti.
Fauka menyebutkan pihaknya akan terus melakukan bakti sosial khusus di wilayah Jawa Barat setelah Idul Fitri tahun ini. Rencananya mereka akan menyasar daerah-daerah yang perlu bantuan baik dalam urusan kesehatan ataupun keagamaan. Garda Mawar menurutnya akan membantu beragam rumah ibadah seperti Masjid, Pura, Gereja, Vihara maupun Kelenteng yang dirasa perlu dibantu. “Kita akan bantu rumah ibadah tersebut tanpa membeda-bedakan, pokonya kita Bhineka Tunggal Ika. Kebahagiaan yang hakiki itu apabila kita sudah bisa membahagiakan oranglain dan berbagilah saat engkau bisa berbagi”, tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Fajrika, Ketua Pelaksana kegiatan bakti sosial Garda Mawar Goes to Bandung. Ia menyatakan komunitas ini terbuka untuk bagi siapapun yang ingin bergabung. “Kami menerima siapapun yang ingin bergabung, syaratnya cuma satu, yakni punya motor”, paparnya.
Diungkapkannya, yang ingin bergabung dengan Garda Mawar bisa mengakses website www.gardamawar.org
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Al Ma’arif Nur Hidayah, Dede Lili Sudarsono merasa sangat terharu dengan adanya bantuan dan beasiswa tersebut. Ia merasa anak-anak didiknya tersebut memang layak untuk mendapatkan bantuan. “Kami merasa sangat bahagia dan berterima kasih kepada Garda Mawar yang sudah memperhatikan masa depan pendidikan anak murid di lingkungan sekolah kami”, ujar Dede.
Saat ini di sekolah SMP Al Ma’arif Nur Hidayah terdapat 170 siswa yang tengah menempuh pendidikan. Sekolah tersebut hanya berjarak sekira satu kilometer dari lokasi bencana longsor. Tak heran jika siswa di sekolah tersebut banyak berasal dari keluarga korban bencana.
Kesebelas siswa ini ada yang seluruh anggota keluarganya meninggal, ada juga yang hanya ibu atau ayahnya saja yang meninggal.
“Saya berharap anak-anak di sekolah kami terutama yang menerima beasiswa bisa menempuh pendidikan dengan lebih baik”, tutupnya.(aan/*)














