Bandung, Pentas TV – Berbagai upaya dilakukan pemerintah bersama lembaga-lembaganya, termasuk korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar beragam kebutuhan masyarakat terpenuhi selama periode Idul Fitri 2025.
Buktinya, agar kebutuhan masyarakat saat perjalanan mudik Idul Fitri 2025, khususnya, para pengguna Electric Vehicle (EV), terpenuhi, korporasi BUMN Ketenagalistrikan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kompak memperkuat fasilitas serta infrastruktur penunjang.
Saat meninjau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cirebon, Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM, mengatakan, bersama PT PLN (Persero), pihaknya mengecek dan secara rutin melakukan maintenance infrastruktur sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya gangguan ketenagalistrikan selama periode Idul Fitri tahun ini.
Selain itu, lanjutnya, juga menyiagakan personil petugas serta perlengkapan dan peralatan pendukung ketenagalistrikan lainnya.
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), menegaskan pihaknya berkomitmen kuat untuk terus melayani sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat , khususnya soal pasokan listrik, selama momen Idul Fitri 2025 secara prima dan optimal.
“Kami pastikan seluruh infrastruktur, mulai hulu sampai hilir, dalam kondisi prima sehingga kebutuhan listrik masyarakat selama periode Idul Fitri 2025 terlayani dan terpenuhi,” tandasnya.
Termasuk, tambahnya, pihaknya juga mengecek pasokan listrik, seperti energi primer, pembangkit, transmisi, sistem distribusi, dan personil, secara menyeluruh.
Selama periode Siaga Ramadan-idul Fitri 2025, yang bergulir 17 Maret 2025-11 April 2025, Darmawan Prasodjo memiliki daya pasok 67 Giga Watt (GW).
Mengacu pada daya pasok itu, Darmawan Prasodjo optimis bahwa kebutuhan listrik selama periode Idul Fitri tahun ini bisa terlayani secara optimal. Pasalnya, jelas dia, pihaknya memprediksi, beban puncak Idul Fitri 2025 sebesar 45 GW.
Bicara soal infrastruktur bagi EV alias kendaraan listrik, Adi Priyanto, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), menambahkan, pihaknya mempersiapkannya secara maksimal.
Antara lain, ujarnya, menambah dan memperbanyak aktivasi SPKLU, pada banyak lokasi, seperti jalur mudik Trans Jawa-Sumatera.
“Penambahan SPKLU sangat masif. Yakni mencapai 750 persen atau 7,5 kali lipat. Itu karena perkiraannya volume EV pemudik pada momen Idul Fitri 2025 lebih banyak 500 persen daripada momen sama 2024,” urai Adi Priyanto.
Secara total, sebut dia, hingga kini, pihaknya menyiagakan dan mengaktifkan 3.558 unit SPKLU. Lokasi sebarannya sebanyak 2.412 titik strategis di seluruh wilayah Indonesia.
Khusus Jabar, kata Adi Priyanto, penambahan aktivasi SPKLU sebanyak 600 persen lebih banyak daripada periode Idul Fitri 2024 atau menjadi 617 unit SPKLU.
“Penyebarannya (SPKLU) di Jabar pada 406 lokasi. Tidak itu saja, kami pun mengerahkan 2.436 petugas yang bersiaga 24 jam per hari,” beber dia. (win)