Ajak Masyarakat Siap Dengan Bencana, Unjani Gelar International Jamboree 2024 di Curug Layung, Lembang.

0
Peserta berpraktik pemadaman api disupervisi seorang pemadam kebakar
Peserta berpraktik pemadaman api disupervisi seorang pemadam kebakaran

Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dengan bangga mengumumkan pelaksanaan International Jamboree 2024 yang akan diselenggarakan pada Selasa hingga Kamis, 9-11 Juli 2024, di Curug Layung, Lembang.

Acara ini akan melibatkan berbagai tenaga medis seperti dokter, perawat, apoteker, dan mahasiswa kesehatan dari berbagai negara.

International Jamboree FK Unjani 2024 diketuai oleh dr. Odih Fahruzi, Sp.An-TI, AIFO-K. Kegiatan ini akan dibuka secara resmi oleh Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D., selaku Rektor Unjani, dan Dr. Wendra, dr., M.Kes., selaku Dekan FK Unjani.

Selama tiga hari, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang mencakup workshop, kompetisi, kursus online, dan malam budaya, serta program rekreasi. International Jamboree ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar tenaga medis dan mahasiswa kesehatan dari berbagai negara, serta memperkaya pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai aktivitas yang telah disusun.

Kegiatan ini juga bertujuan sebagai pembelajaran dan latihan bersama negara-negara Asia dalam menangani kegawatdaruratan dan bencana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari visi dan misi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani sebagai fakultas kedokteran dengan akreditasi unggul, yang berkomitmen untuk mencetak tenaga medis profesional dan berkualitas serta meningkatkan kerjasama internasional.

“Kita tahu bahwa Indonesia, khususnya di Jawa Barat atau Bandung tempatnya bencana, baik bencana gempa bumi, gunung merapi dan apalagi nanti bila terjadi bencana akibat sesar Lembang yang sudah diinformasikan. Dengan kondisi seperti itu, kita harus siap dalam kondisi apapun. Jadi, manfaat adanya kegiatan Jamboree ini adalah menyiapkan tim-tim yang siap ketika bencana itu terjadi,” ungkap dr. Odih Fahruzi, Sp.An-TI, AIFO-K, Ketua Panitia Kegiatan, Selasa (09/07/24). 

“Ketika bencana terjadi, kita tidak hanya siap menolong tetapi tahu sistem lapor ke siapa, apa upaya yang harus kita lakukan dan tidak panik,” tuturnya. 

Odih menerangkan bahwa kendala yang dihadapi dalam menyelenggarakan Jamboree dengan peserta dari beberapa negara ini adalah perihal promosi kepada orang-orang yang ada di luar negeri/luar Indonesia agak sulit. Tetapi, beruntung sekarang perhelatan ini terutama untuk informasi ke peserta, dibantu oleh tim UPNM (National Defence University of Malaysia). Dan pelaksanaannya pun dibantu oleh UPNM dan BNPB sehingga bisa berjalan seperti sekarang ini. 

Ia pun memaparkan bahwa yang menjadi pembeda untuk kegiatan International Jamboree 2024 ini adalah tidak hanya peserta itu datang, berpartisipasi dalam lomba terus selesai begitu saja. Akan tetapi, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk tim dimana tim tersebut benar-benar paham mesti melakukan hal apa apabila terjadi bencana. 

Odih menjelaskan bahwa pembekalan ilmu kepada peserta salah satunya adalah adanya webinar yang diisi oleh nara sumber ahli baik yang berasal dari dalam ataupun luar negeri bagi peserta sebelum kegiatan ini berlangsung. Dan untuk hari ini, adanya workshop dengan berbagai topik terkait kesehatan dan pengembangan profesional.

“Di hari pertama itu, workshop, hari kedua ada lomba dan terakhir itu diisi dengan kegiatan rekreasinya berupa jalan-jalan ke tempat wisata Tangkuban Perahu. Dan program kegiatan tersebutlah yang membedakan dengan kegiatan tahun lalu. Sementara untuk total peserta di Jamboree 2024 kali ini, total sebanyak 25 peserta yang bergabung disertai dengan 3 tim observer. Adapun, observer ini mereka datang tetapi tidak ikut lomba hanya melihat kegiatan Jamboree ini saja,” ulas sang Ketua Panitia. 

“Terus berkaitan dengan tempat kegiatan, kenapa dipilih di Curug Layung Lembang, hal ini karena beberapa faktor, Curug Layung terletak di Lembang yang berkenaan dengan sesar Lembang nantinya, kemudian lokasi di sini ada pegunungan, hutan, air terjun, yang lengkap untuk menunjang kegiatan. Dan harapan saya bagi para peserta adalah mereka memiliki bekal keilmuan setelah mengikuti kegiatan ini dan mereka bisa membagikan bekal keilmuan ini kepada teman-teman apabila ada bencana, mereka sudah mengetahui harus bersikap seperti apa,” ulas Odih. 

Tharisa juga menyatakan bahwa dirinya senang mengikuti kegiatan keilmuan untuk penanganan bencana seperti sekarang. Ia yang merupakan mahasiswa preklinik merasa beruntung memiliki kesempatan mendapat ilmu, bisa peroleh relasi dan bisa belajar banyak hal. 

“Sejujurnya, saya sangat senang karena sangat jarang mahasiswa dari propinsi timur di Indonesia melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini di pulau Jawa. Sebelumnya, perwakilan dari Universitas Pattimura pernah mengikuti Jamboree wilayah, Jamboree Nasional, dan alhamdulilah sekarang bisa mengikuti ajang Jamboree di Internasional,” kata Tharisa, mahasiswi preklinik tingkat 3 di Universitas Pattimura menambahkan. 

“Untuk kegiatan Jamboree ini kami hadir satu tim yang terdiri dari 5 orang mahasiswa preklinik. Dan motivasi kami hadir mengikuti ini agar bisa meningkatkan skill yang dimiliki oleh mahasiswa vertebra (tim bantuan medis) sendiri, kami berusaha untuk mengikuti pelatihan-pelatihan berjenjang mulai dari wilayah, nasional dan saat ini diberi kesempatan untuk ikut di jenjang internasional,” tuturnya.