PENTAS.TV – BANDUNG, Sebagai korporasi berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, tentunya, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) punya peran krusial bagi negeri ini.

Yaitu, wajib pro-aktif menyukseskan dan merealisasikan cita-cita agung pemerintah, yaitu menciptakan stabilitas dan ketahanan pangan nasional, baik harga maupun pasokan, khususnya, komoditas beras, agar target swasembada pangan tercapai.

Karenanya, meski sukses menunaikan penugasan pemerintah selama 2025, tugas dan peran Perum Bulog belum berakhir. Bahkan, kian menantang

Pasalnya, pada tahun ini, pemerintah menugaskan Perum Bulog agar merealisasikan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras sebanyak 4 juta ton.

Sebagai daya dukung agar penugasan pemerintah tersebut menuai hasil positif, Perum Bulog pasang kuda-kuda.

Satu jurusnya, yakni mempersiapkan sekaligus mengaktifkan sejumlah gudang penyimpanan tambahan yang potensi kapasitasnya mencapai 2 juta ton.

Penyiapan gudang-gudang tambahan tersebut agar hasil pengadaan Musim Panen Raya tersimpan serta terkelola secara terukur, efektif, dan optimal.

Kepada media, dalam Konferensi Pers “Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026” akhir pekan kemarin, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengatakan, memang, pihaknya berencana membangun 100 unit Gudang Penyimpanan baru di berbagai wilayah, terutama sentra produksi beras.

Namun, lanjut dia, seraya persiapan pembangunan ratusan fasilitas penyimpanan baru tersebut, putusan pihaknya mempersiapkan dan mengaktifkan gudang-gudang tambahan yang potensi kapasitasnya mencapai 2 juta ton itu merupakan upaya strategis menyikapi musim panen raya yang prediksinya bergulir pada Februari-April 2026.

Dia mengatakan, desain gudang-gudang tambahan itu memang berkapasitas 2 juta ton guna hasil pengadaan dan penyerapan beras atau gabah kering setara beras petani selama Musim Panen Raya 2026.

Gudang-gudang tambahan itu pun, lanjutnya, dilengkapi sistem pengelolaan moderen dan terukur, di antaranya logistik.

Selain itu, sambungnya, juga sesuai standar keamanan yang pihaknya tetapkan dan berlakukan.

Agar penyimpanan serta pengelolaan hasil panen raya optimal, Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim , pihaknya mengecek gudang berkapasitas 942 ribu ton.

“Hasil pengecekannya, oke”, tegas dia,

Tidak itu saja, pihaknya pun menerima konfirmasi mengenai gudang penyimpanan tambahan berkapasitas sekitar 600 ribu ton.

Sayangnya, Ahmad Rizal Ramdhani belum mengungkap berapa banyak gudang tambahan yang jajarannya persiapkan tersebut.

Purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini juga belum membeberkan lokasi gudang-gudang tambahan itu.(win/*)