PENTAS.TV – BANDUNG, Kemungkinan besar, seperti tahun-tahun sebelumnya, pada periode Ramadan Idul Fitri 2026, beragam kebutuhan, termasuk transportasi publik lebih masif daripada kondisi normal.
Karena itu, demi terlayani dan terakomodirnya kebutuhan transportasi masyarakat, pada periode Ramadan-Idul Fitri 2026, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) segera menyiapkan jurus andalannya, yakni mengaktifkan kereta tambahan.
“Agar kebutuhan transportasi masyarakat pada Ramadan-Idul Fitri 2026 terlayani dan terakomodir secara sempurna, prima, dan optimal, kami siap mengaktifkan 8 kereta tambahan,” tandas Hendra Wahyono, Executive Vice President (EVP) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, pada sela-sela Sosialisasi Keselamatan di Jalur Perlintasan (JPL) 165 A, Jalan Laswi Bandung, belum lama ini.
Hendra Wahyono mengungkapkan, aktivasi 8 kereta tambahan tersebut pada 11 Maret 2026. Kedelapan kereta tambahan itu mencakup sejumlah rute.
“Antara lain, Bandung-Solo, Bandung Yogyakarta, Bandung-Surabaya, dan Bandung-Kutoarjo,” sebut Hendra Wahyono.
Secara otomatis, lanjutnya, aktivasi 8 kereta tambahan itu memperbanyak alokasi tiket kereta jarak jauh reguler selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026. Totalnya, sambung dia, menjadi 345 ribu lembar.
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung, menambahkan, selama momen Ramadan-Idul Fitri 2026, ada empat kereta yang paling diminati masyarakat.
Mantan Manager Humas PT KAI Persero (Daop) 3 Cirebon itu menyebutkan, keempat kereta terfavorit tersebut yakni Kahuripan (Kiaracondong-Blitar), Kutojaya Selatan (Kiaracondong-Kutoarjo), dan Cikuray (Garut-Bandung-Pasarsenen).
“Satu lagi adalah kereta tambahan rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng,” sahut Kus, sapaan akrabnya.
Kus menuturkan, tampilnya keempat rangkaian tersebut sebagai moda transportasi berkatagori terfavorit selama momen Ramadan-Idul Fitri 2026 tersebut menunjukkan bahwa kereta ekonomi berskema Public Services Obligation (PSO) alias bersubsidi, tetap merupakan pilihan utama masyarakat.
Faktornya, sambung Kus, yakni, tarif tiket yang lebih terjangkau. Tidak itu saja, tentunya, klaim mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu, pelayanannya pun semakin pihaknya sempurnakan. (win/*)














