PENTAS.TV – BANDUNG, Hampir setiap tahun, di Indonesia, ada beberapa periode yang membuat beragam kebutuhan lebih masif daripada kondisi normal. Di antaranya, momen Ramadan-Idul Fitri.

Karenanya, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berpredikat public service, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) sangat serius dan berkomitmen agar pasokan energi listrik selama momen Ramadan-Idul Fitri 2026 tetap andal dan tanpa kendala.

Agar pasokan listrik pada momen Akbar kaum muslim itu tetap andal, PT PLN (Persero) mengimplementasikan kiat-kiat ampuhnya.

“Demi terlayani dan terakomodirnya kebutuhan listrik yang andal selama periode Ramadan-Idul Fitri 2026, ada beberapa strategi yang kami terapkan,” tandas Sugeng Widodo, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar

Sugeng Wibowo menggaransi bahwa ,pada periode Idul Fitri 2026, yang bergulir 16-Maret 2026, sistem kelistrikan di Tatar Pasundan dalam kondisi aman.

Daya pasoknya ungkap dia, yakni 16.106 Mega Watt (MW). Dasarnya, jelas dia, pihak ya memprediksi beban puncak terjadi pada 30 Maret 2026, yakni 8.085 MW.

Artinya, terang Sugeng Widodo, Jabar masih memiliki cadangan listrik yang masif, yaitu berdaya 8.021 MW.

Tepat pada Idul Fitri 2027, yang perkiraannya bertepatan dengan 21 Maret 2026, lanjut Sugeng Widodo, perkiraannya, beban puncak yakni 5.139 MW.

“Saat Hari H Idul Fitri 2026, cadangan daya pasok listrik di Jabar sangat mumpuni, yakni 10.967 MW,” sahutnya.

Meski demikian, tegasnya, pihaknya tetap bersiaga penuh guna mengantisipasi sekaligus meminimalisir kemungkinan terjadinya berbagai kendala pasokan listrik pada periode Idul Fitri 2026.

Caranya, beber dia, yakni, mengerahkan dan menyiagakan 4.993 personel yang bertugas 24 jam non-stop.

Sebagai daya dukung kinerja ribuan personil tersebut sehingga lebih responsif, efektif, dan efisien, Sugeng Widodo menyatakan, pihaknya mengaktifkan 437 unit mobil operasional serta 247 unit sepeda motor

“Kami juga menyiapkan peralatan- peralatan pendukung. Antara lain, 112 unit genset, 124 unit UGB (Unit Gardu Bergerak), 10 unit UKB (Unit Kabel Bergerak), 32 unit UPS (Uninterruptible Power Supply), plus serta 23 unit crane,” paparnya.

Jurus berikutnya, kata Sugeng Widodo, pihaknya juga mengaktifkan 289 Pos Komando (Posko) Siaga. Lokasinya, ujar dia, ang tersebar di seluruh wilayah Bumi Parahyangan.

Selama periode. Idul Fitri tahun ini, sambungnya, pihaknya fokus pada 545 titik prioritas. Terdiri atas, tutur dia, 132 lokasi tempat ibadah, 205 instansi dan objek vital, serta 67 titik transportasi.

Lalu, tambahnya, pihaknya pun fokus pada 114 lokasi wisata, dan 27 rest area. Pihaknya, ucap Sugeng Widodo, memperkirakan, aktivitas masyarakat pada ratusan titik prioritas tersebut lebih intens daripada kondisi normal (win/*)