Pentas.TV-Bandung, Kura-kura leher panjang, atau sering disebut kura-kura leher ular karena bentuk lehernya yang menyerupai ular, adalah kelompok reptil air tawar yang memiliki keunikan fisik luar biasa. Indonesia merupakan rumah bagi beberapa spesies ikonik dari kelompok ini, terutama yang berasal dari wilayah timur.
Indonesia memiliki dua spesies utama yang sangat terkenal:
1.Kura-kura Rote (Chelodina mccordi): Hewan endemik Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Spesies ini berstatus sangat terancam punah (critically endangered) dan dilindungi secara ketat oleh hukum Indonesia.
2.Kura-kura Papua Leher Panjang (Chelodina novaeguineae): Ditemukan di wilayah tanah Papua, terutama di perairan tawar dengan vegetasi luas.
Saat ini, Bandung Zoo memiliki tiga ekor kura-kura Papua leher panjang.
Beberapa kali penjaga satwa mendapati telur dari salah satu kura kura ini. Namun hingga kini, upaya pengembangbiakan belum mendapatkan hasil. Setiap hari tim penjaga satwa memberikan pakan pada ketiga kura-kura tersebut dan membersihkan kandang tempat mereka dirawat.
Karakteristik dan Adaptasi
Mekanisme Pertahanan: Berbeda dengan kura-kura darat yang menarik kepala ke dalam cangkang, kura-kura leher panjang melipat lehernya ke samping sebagai bentuk perlindungan karena leher mereka terlalu panjang untuk masuk ke dalam.
Pemburu yang Efisien: Leher fleksibelnya berfungsi seperti pegas untuk menyergap mangsa secara tiba-tiba. Mereka adalah karnivora yang memakan ikan kecil, udang, serangga air, dan kecebong.
Kemampuan Navigasi: Leher panjangnya sangat membantu mereka saat mengambil napas di permukaan air (seperti snorkling) dan membantu membalikkan tubuh jika mereka terjatuh dalam posisi terbalik. (Aan/*)

