PENTAS.TV – BANDUNG, Seperti momen-momen akbar lainnya, pada setiap Ramadan-Idul Fitri, frekuensi berbagai kebutuhan masyarakat lebih masif daripada kondisi normal, termasuk aktivitasnya.

Perkiraannya, selama periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026, mobilitas dan aktivitas masyarakat lebih intens daripada kondisi normal.

Berkenaan dengan hal itu, tentunya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) melakukan beragam cara dan upaya agar kebutuhan transportasi masyarakat selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026 benar-benar terlayani serta terakomodir secara optimal.

Satu di antaranya, yakni pengaturan boarding pass para penumpang yang bertolak dari Stasiun Bandung dan Kiaracondong.

Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat Humas PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengemukakan, adanya penyesuaian waktu boarding pass itu sebagai upaya jajarannya demi kelancaran setiap perjalanan kereta selama periode Masa Angkutan Idul Fitri 2026.

“Benar, ada penyesuaian waktu tentang proses boarding pass para penumpang di Stasiun Bandung dan Kiaracondong,” tandas Kus, sapaan akrabnya.

Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut meneruskan, berdasarkan penyesuaian tersebut, proses boarding pass para penumpang di Stasiun Bandung dan Kiaracondong menjadi lima menit sebelum keberangkatan.

Artinya, jelas mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu, , lima menit sebelum jadwal keberangkatan, proses boarding pass ditutup.

Jadi, seru mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini, pihaknya mengimbau seluruh penumpang yang hendak bertolak dari Stasiun Bandung dan Kiaracondong supaya tiba lebih awal di dua titik keberangkatan tersebut.

Kus menuturkan, ada hal yang menjadi pertimbangan jajarannya menyesuaikan proses boarding pass menjadi 5 menit sebelum keberangkatan.

Dia menjelaskan, penyesuaian waktu boarding pass itu karena untuk menuju peron, dari ruang tunggu, ara penumpang harus melalui skybridge.

Waktu tempuh setiap penumpang yang berjalan dari ruang tunggu ke peron, kata Kus, variatif. Karena itu, sahut dia, pihaknya meminta seluruh penumpang agar tiba pada area boarding lebih awal.

“Ini untuk mengantisipasi kemungkinan para penumpang tertinggal kereta,” lanjut Kus.

Sebenarnya, imbuh Kus, penyesuaian proses boarding pass bukanlah hal yang baru. Proses ini, sambung dia, pihaknya berlakukan sejak 2024.

Fungsinya, jelas dia, menyempurnakan standar keselamatan dan pelayanan pada stasiun. Contohnya, penerapan skybridge untuk menata alur penumpang sehingga lebih tertib, lancar, dan aman. (win/*)