PENTAS.TV – BANDUNG, Hampir setiap tahun, terjadi perubahan iklim dan cuaca. Sejumlah pengamat memprediksi adanya potensi terjadinya Godzilla El Nino alias El Nino ekstrim melanda Indonesia.

Tentunya, potensi tersebut bis berdampak pada sejumlah aspek dan sektor. Di antaranya, pertanian, yang merupakan elemen paling krusial dan sangat berkaitan erat dengan cita-cita luhur pemerintah, swasembada pangan,

Meski demikian, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), menegaskan, potensi terjadinya Godzilla El Nino tidak berpengaruh pada proses penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras.

Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menyatakan, proses penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras tetap bergulir.

“Kami mempersiapkan skema dan pola penyerapan dan pengadaan secara matang. In Syaa Allah, proses penyerapan tidak terpengaruh El Nino ekstrim,” tegas Ahmad Rizal Ramdhani, belum lama ini.

Skema penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras tersebut, ungkap Ahmad Rizal Ramdhani, antara lain berupa yang bersifat normal dan pola alternatif.

Tentu saja, tegas purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI).Angkatan Darat (AD) ini, seluruh skema tersebut berdasarkan kalkulasi dan berbagai pertimbangan agar bisa mengantisipasi dan meminimalisir efek terjadinya Godzilla El Nino sehingga stabilitas pangan, baik harga maupun stok tetap terjaga.

Selain itu, tambah Ahmad Rizal Ramdhani, pihaknya juga punya skema dan skenario lainnya sebagai upaya antisipasi efek terjadinya kisruh dan konflik geopolitik.

Bicara soal stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim, dalam kondisi aman. Saat ini, ujarnya, volume CBP yang pihaknya kelola berjumlah sekitar 4,3 juta ton.

Bahkan, tegas dia, volume CBP itu bisa lebih masif lagi. Hal tersebut, tuturnya, seiring dengan adanya pencanangan volume CBP pada April 2026 sebanyak 4,5 juta ton.

Berlimpahnya stik CBP tersebut serta bukti bahwa El Nino ekstrim tidak berpengaruh pada proses penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras, kata dia, tercermin pada realisasi Januari-Maret 2026.

Ahmad Rizal Ramdhani menginformasikan, pada tiga bulan perdana 2026, realisasi penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras sebanyak 1,3 juta ton. Angka itu, sahut dia, merupakan rekor baru karena menjadi yang termasif selama ini.

Agar kualitas CBP tetap mumpuni dan kayak konsumsi mengingat volumenya berlimpah, Ahmad Rizal Ramdhani membeberkan, pihaknya pun menyiapkan rencana lainnya. Yakni, membangun 100 gudang baru di seluruh wilayah Nusantara, terutama sentra-sentra pertanian.

Selain itu, tambah dia, jajarannya pun menyewa beberapa gudang tambahan berkapasitas 2 juta ton.

Secara akumulasi, ucapnya, apabila termasuk gudang tambahan yang pihaknya sewa, kapasitas dan daya tampung gudang-gudang eksisting saat ini, yakni menjadi 6 juta ton,

Ahmad Rizal Ramdhani mengimbuhkan, demi terciptanya stabilitas serta ketahanan pangan yang kokoh, tahun ini, pihaknya menerima instruksi pemerintah, yakni menuntaskan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara bervolume total 4 juta ton, plus jagung petani sebanyak 1 juta ton. (win /*)

Editor: Singgih