PENTAS.TV – BANDUNG, Banyak dampak terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti longsor, banjir, pergerakan tanah, pohon tumbang, dan sebagainya bagi berbagai aktivitas, termasuk transportasi.
Buktinya, pada 5 April 2025, banjir menggenangi petak Jalan Cianjur-Cibeber. Akibatnya, perjalanan Siliwangi (Cipatat-Sukabumi) sempat mandek.
Mandeknya perjalanan Siliwangi diakui Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
“Betul. Perjalanan Siliwangi KA 345 pada 5 April 2026 sempat terganggu. Penyebabnya, petak Jalan Cianjur-Cibeber Tergenang air, KM (Kilo Meter) 87+8/9,” tandas Kus, sapaan akrabnya.
Demi keselamatan dan keamanan perjalanan, mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut mengatakan, akibat genangan air itu, pihaknya memutuskan untuk memberhentikan perjalanan Siliwangi di Stasiun Cianjur.
Adanya hambatan itu, Kus menuturkan, pihaknya langsung merespon dan bergerak cepat untuk menormalisasikan jalur tersebut.
Berkat upaya dan kerja keras yang terkoordinir, pria yang juga pernah menjabat sebagai Manajer Publik Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) menyatakan, pada 5 April 2026 sekitar pukul 23.20 WIB, jalur tersebut kembali normal, dan bisa dilintasi kereta.
Sebagai bentuk pelayanan, Kus menegaskan, bagi penumpang Siliwangi KA 345 yang memilih untuk membatalkan perjalanannya. pihaknya pun memberlakukan refund atau pengembalian biaya tiket 100 persen sesuai ketentuan.
Seraya mengajukan permohonan maaf atas terjadinya kendala non-teknis itu, Kus mengemukakan, bagi para penumpang Siliwangi KA 345 yang tetap melanjutkan perjalanan, pihaknya menyediakan service recovery, sebuah bentuk kompensasi. (win)

