Gara-gara Rugi Besar, Honda Injak Rem dan  Batalkan Beberapa Proyek Elektrifikasi

Publikasi:

(Facebook)

PENTAS.TV – BANDUNG, Pada era transformasi energi, banyak pelaku industri, termasuk sektor otomotif, yang mengembangkan serta memanfaatkan The Newable -Renewable Energy atau Energi Baru–Terbarukan (EBT).

Di antaranya, menjadikan tenaga listrik sebagai sumber energi, sebagai substitusi bahan bakar fosil atau Bahan Bakar Minyak (BBM).

Caranya, memproduksi kendaraan berbasis elektrifikasi, baik berskema full Electric Vehicle (EV), Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Battery Electric Vehicle (BEV), maupun Newable Energy Vehicle (NEV).

Akan tetapi, tidak semua pelaku industri dan produsen otomotif menunjukkan performa positif berkenaan dengan pengembangan kendaraan berbasis elektrifikasi.

Adalah produsen otomotif raksasa asal Jepang, Honda Motor Company, sebagai contohnya.

Melansir Arena EV, sejak turut tampil pada bursa saham pada 1957, untuk pertama kalinya, Honda Motor Company mengalami kerugian bernilai masif. Kondisi itu terjadi akibat biaya restrukturisasi program elektrifikasi kendaraan.

Informasinya, berdasarkan pencapaian tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, Honda Motor Company mengalami kerugian laba operasional yang nominalnya super jumbo, yakni 414,3 miliar yen, setara 2,60 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp45,9 triliun.

Apa yang dialami Honda Motor Company pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026  itu berbanding terbalik dengan pencapaian periode tahun fiskal Maret 2025.

Kala itu, Honda Motor Company meraup laba 1,2 triliun yen, setara 7,54 miliar dolar AS atau sekitar Rp133,21 triliun.

Kerugian yang dialami Honda Motor Company akibat menggarap elektrifikasi kendaraan selama tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 brrnilai 1,45 triliun yen, setara 9,11 miliar dolar AS atau sekitar Rp160.8 triliun.

Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, nilai kerugian tersebut bertambah. Penyebabnya, prediksinya,  pada proyek EV tahun fiskal selanjutnya,  Honda Motor Company berpotensi menggelontorkan dana 500 miliar yen, setara 3,14 miliar dolar AS, setara Rp55 triliun.

Toshihiro Mibe, Chief Executive Officer (CEO) Honda Motor Company, mengungkapkan, akibat kerugian tersebut, ada beberapa agenda dan proyek yang pihaknya batalkan dan revisi.

Di antaranya, sebut dia, merevisi proyeksi penjualan segmen EV, yang digadang-gadang, berkontribusi 20 persen pada total penjualan hingga 2030.

Lalu, lanjutnya, pihaknya mengubah strateginya. Yakni, tidak lagi memfokuskan pengembangan  pasar full EV dan fuel Cell pada 2040.

Termasuk, imbuh dia, menunda penggarapan  proyek pembuatan EV dan BEV bernilai 9 miliar euro atau sekitar Rp183 trilliun di Amerika Utara.

Konon, Honda Motor Company belum menentukan kapan penundaan proyek di Amerika Utara itu berakhir.

Guna menyikapi dan meminimalisir kerugian, sekaligus kembali meraup keuntungan, kabarnya, Honda Motor Company menyusun strategi. Antara lain, berupa upaya-upaya efisiensi serta memaksimalkan segmen sepeda motor. (win/*)

Editor: erwin

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Pasar Sepeda Motor Bergeliat, Penjualannya Laris Manis, AISI Buka Data

PENTAS.TV - BANDUNG, Selama beberapa waktu terakhir,  perekonomian dalam...

Fakta Mengejutkan di Balik Pernikahan Dini dan Stunting, DP3AKB Jabar Serukan Alarm Keluarga Berkualitas

Pentas.TV-Bandung, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga...

Ratusan Alumni LPT Panghegar Sukses Jadi Barista Profesional, Sebagian Kerja di Luar Negeri

Pentas.TV- Bandung, Industri kopi di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan...

Swafoto di Jembatan Kereta Berarti Menantang Maut, KAI Kasih Paham dan  Ultimatum

 PENTAS.TV - BANDUNG, Hingga kini, banyak aktivitas kalangan masyarakat,...