
PENTAS.TV – BANDUNG, Memiliki kedaulatan negara yang tangguh, kuat, dan perkasa, bukan hanya pada sektor ekonomi, melainkan juga berbagai sektor, termasuk pertahanan dan keamanan nasional (hankamnas).
Karena itu, demi terciptanya sistem hankamnas yang unggul dan andal, sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri pertahanan, PT Len Industri (Persero), terus berinovasi.
Hasilnya, sistem pertahanan nasional semakin perkasa. Penyebabnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan), kini, memiliki sistem pertahanan berteknologi canggih produk PT Len Industri (Persero), Radar Ground Control Intercept (GCI), yang proses serah terimanya berlangsung di Apron Pandawa Landasan Udara (Lanud) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Halim Perdanakusuma.
Joga Dharma Setiawan, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), berpendapat, kehadiran Radar GCI bisa menyempurnakan sekaligus memperkuat kemampuan alat utama sistem pertahanan (alutsista).
Dia mengatakan, fungsi dan peran Radar GCI sangat krusial. Yakni, jelasnya, menjadi sistem deterrent alias daya tangkal negara.
Joga Dharma Setiawan meneruskan, peran penting Radar GCI berikutnya yakni menyempurnakan dan memperkokoh sistem pengawasan wilayah udara nasional.
Radar GCI juga, sambungnya, membuktikan bahwa industri nasional sangat berkemampuan memahami dan menguasai teknologi strategis sistem pertahanan.
Teknologi tersebut, sahutnya, punya kemampuan deteksi dini, pengendalian intersepsi, serta pengawasan ruang udara nasional secara terintegrasi.
Bicara soal volume pemesanan Radar GCI , Joga Dharma Setiawan membeberkan, secara keseluruhan, jumlahnya 13 unit.
Joga Dharma Setiawan mengungkapkan, sejatinya, pada proses serah terima ini, pihaknya pun menyerahkan beberapa alutsista strategis berteknologi lainnya.
“Antara lain, A400M MRTT, Falcon 8X, Meteor, dan Hammer,” tutup nakhoda holding DEFEND.ID tersebut. (win/*)

