
PENTAS.TV – BANDUNG, Beberapa waktu lalu, beredar kabar bahwa pemerintah, melalui korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), berencana untuk mengekspor beras ke Malaysia.
Namun, hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi. Apa sebabnya?
Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menegaskan, pada dasarnya, pihaknya siap mengeksekusi berbagai program pemerintah, termasuk ekspor beras ke Malaysia.
“Tentu saja, kami senantiasa siap mengeksekusi program-program pemerintah, termasuk ekspor (beras) ke Malaysia,” tegas Ahmad Rizal Ramdhani.
Tentu saja, lanjut dia, pihaknya menginginkan terjadinya kesepakatan dengan Malaysia berkenaan dengan rencana ekspor beras tersebut.
Kesepakatan itu, kelasnya, tidak hanya soal volume, tetapi juga harga. Hal ini, sambungnya, juga sebagai upaya agar roda perekonomian nasional, termasuk kesejahteraan para petani mengalami pergerakan positif.
Akan tetapi, purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini mengaku belum mengetahui secara pasti tentang volume ekspor beras tersebut.
Saat ini, kata dia, negosiasi tentang rencana ekspor beras masih berlangsung. Malaysia, sambungnya, membuka harga penawaran di bawah level Rp10.000 per kilo gram.
“Kami ingin harga yang lebih baik daripada yang diajukan Malaysia, yaitu Rp13.000-Rp14.000 per kilo gram. Soalnya, jenis beras yang siap kami ekspor yakni berkatagori premium,* paparnya.
Informasinya, volume beras pada rencana ekspor ke Malaysia tersebut yaitu sekitar 200 ribu ton. Estimasi nilai transaksinya, yakni Rp2 triliun. (win /*)

