PENTAS TV – BANDUNG, Seiring dengan bergulirnya agenda global dan di Indonesia, targetnya terealisasi pada 2060,Net Zero Emissions (NZE), pemerintah pun mengaktifkan program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).
Tentunya, agar program KLBB lebih terakselerasi, perlu adanya pembentukan ekosistem Electric Vehicle (EV) alias kendaraan listrik.
Karena itu, sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) punya cara jitu membentuk ekosistem EV, yakni membangun serta mengaktifkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah.
Lantas, bagaimana perkembangannya?
Dalam keterangannya, Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), menyatakan, perkembangan SPKLU di tanah air menunjukkan progres menggembirakan. Bukti terkini, kata dia, terjadi selama periode arus Mudik-Balik Idul Fitri 2026.
“Selama periode arus Mudik-Balik Idul Fitri 2026, pengisian daya kendaraan listrik pada SPKLU Melejit drastis, yakni melebihi 4 kali lipat, apabila perbandingannya dengan momen sama 2025” tandas Darmawan Prasodjo.
Dia merinci frekuensi pengisian daya EV pada SPKLU secara kumulatif. Periode 12-31 Maret 2026, ungkapnya, terjadi 303.234 transaksi pengisian daya pada SPKLU.
Jumlah itu, lanjut Darmawan Prasodjo, jauh lebih banyak daripada momen sama tahun lalu, yakni 73.161 transaksi.
Tentu saja, bertambahnya frekuensi pengisian daya itu, secara otomatis, lanjut dia, memperbanyak konsumsi listrik, yakni menjadi sebanyak 7,16 juta Kilo Watt-hour (KWh), lebih banyak 1,75 KWh daripada periode tahun sebelumnya.
Semakin masifnya konsumsi energi listrik pada EV, kata Darmawan Prasodjo, juga menunjukkan bahwa respon masyarakat memilih dan menggunakan kendaraan yang lebih clean & green energy pun kian kuat, terutama pada momen Idul Fitri.
Soal jumlah, Darmawan Prasodjo membeberkan, hingga kini, bersama para mitranya, korporasi berstatus industri strategis ini mengaktifkan 4.769 unit SPKLU.
Lokasinya, tutur Darmawan Prasodjo, tersebar pada 3.097 titik tanah air. Rata-rata, kata dia, jarak setiap SPKLU yakni 22 kilo meter.
Pada jalur mudik utama mudik, yakni Trans Sumatera, Trans Jawa, serta Bali, ungkapnya, pihaknya mengaktifkan 1.681 unit SPKLU yang lokasinya di 994 titik, lebih banyak 70 persen daripada periode yang sama tahun lalu.
Selama momen Arus Mudik-Balik Idul Fitri 2026, demi terlayani dan terakomodirnya kebutuhan pengisian daya, Darmawan Prasodjo menuturkan, pihaknya juga menyiapkan 15 unit Mobile SPKLU.
“Penempatannya pada lokasi-lokasi strategis, semisal exit ruas TOL (Tax On Location). Kami juga menyiagakan ribuan personil,” beber dia.
Bicara soal pengisian daya, kata dia, bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga kualitas pelayanannya.
Berbasiskan teknologi moderen, sahutnya, pihaknya terus menyempurnakan proses pengisian daya pada SPKLU. Caranya, mempercepat pengisian daya.
Yakni, kata dia, yang pada awalnya berkonsep Standard Charging, ungkapnya, menjadi Fast Charging (FC) dan Ultra Fast Charging (UFC).
Bahkan, imbuh dia, demi kesempurnaan pelayanan, sistem pengisian daya berteknologi moderen itu ditopang oleh sebuah pengembangan inovasi ekosistem digital.
Bentuknya, sebut dia, yakni fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) yang terdapat pada aplikasi PLN Mobile.
Penyempurnaan berikutnya, tambah dia, yaitu dalam hal pembayaran transaksi yang lebih mudah, efektif, dan efisien.
Yakni, ucapnya, penerapan EV TAP, sebuah pola pembayaran berbasis elektronik pada beberapa SPKLU jalur mudik Trans Jawa. (win/*)

