PENTAS.TV – BANDUNG, Sepertinya, upaya-upaya seluruh lembaga jasa keuangan negara untuk memperkuat literasi dan inklusif keuangan, khususnya, pada kalangan pelajar, terus menunjukkan hasil positif.
Satu indikatornya tercermin pada bertambahnya number of account atau rekening tabungan kalangan pelajar. Selain itu, nominal tabungan pelajar pun semakin berlimpah.
Dalam keterangannya, Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengabarkan, hingga Februari 2026, pihaknya mencatat number of account pelajar berjumlah 59,03 juta rekening.
“Angka itu bertambah bertambah 1.040.035 rekening atau 1,79 persen persen apabila perbandingannya dengan pencapaian periode sama 2025,” tandas mantan Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Jabar tersebut.
Pria berkaca mata ini melanjutkan, selain number of account , hingga bulan kedua 2026, tabungan pelajar pun bernilai super masif. Yaitu, sebutnya, pada level Rp30,31 triliun.
Secara kontribusi, sahut Dian Ediana Rae, tabungan pelajar menyumbang 0,97 persen total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola industri-perbankan, yang nominalnya hingga Februari 2026, yaitu Rp3.115,62 triliun.
Hingga berakhirnya periode Februari 2026, Dian Ediana Rae menjelaskan, DPK industri perbankan menunjukkan gairahnya yang positif.
Secara tahunan, tuturnya, bertambah 13,86 persen. Perbandingannya dengan perkembangan pada akhir Februari 2026 sangat signifikan. “Pada Februari 2025, perkembangannya 5,75 persen secara tahunan,” lanjut Dian Ediana Rae.
Khusus tabungan perbankan, yang termasuk bagian Current Account-Saving Account (CASA) alias dana murah, Dian Ediana Rae menginformasikan, hingga Februari 2026, komponen ini pun menggeliat 8,12 persen secara tahunan.
Melihat pergerakan positif itu, Dian Ediana Rae optimistis bahwa tabungan pelajar berpotensi mengalami perkembangan positif.
Optimisme itu, kata dia, ditopang sejumlah upaya. Antara lain, memperkuat program literasi-inklusi keuangan khusus kalangan pelajar .
“Tidak itu saja, bersama pemerintah daerah serta lembaga-lembaga keuangan lainnya, juga mengaresifkan implementasi Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR),” pungkasnya. (win/*)

