PENTAS.TV – BANDUNG, Hingga kini, banyak persoalan non-teknis menjadi kendala berbagai aktivitas.
Bukti terkini, aktivitas perjalanan Siliwangi (Sukabumi-Cipatat) sempat terhenti. Penyebabnya, pada 23 April 2026, jalur Cibeber-Lampegan, tepatnya Kilo Meter (KM) 73+9/0 amblas.
Agar seluruh perjalanan Siliwangi kembali normal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) secara sigap, bergerak cepat menangani amblasnya ruas jalan Cibeber-Lampegan.
Bahkan, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dahulu bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) ini menargetkan, penanganan tuntas tidak melebihi 24 jam.
Hasilnya, luar biasa. Pada 23 April 2026 malam pukul 20.00 WIB, PT KAI (Persero) menyatakan jalur Cibeber-Lampegan dalam kondisi aman dan bisa dilintasi kereta.
Kembali normalnya jalur tersebut, berkat kerja keras dan upaya-upaya perbaikan secara sangat intensif. Fokus penanganan yaitu, memperkuat tubuh baan rel dan menstabilisasikan tanah, termasuk memulihkan konstruksi jalur.
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengatakan, untuk memastikan bahwa jalur Cibeber-Lampegan aman, pihaknya melakukan pengujian.
“Yakni, menggunakan KLB (Kereta Luar Biasa) dari dari Cianjur ke Sukabumi. Pada titik amblasan, laju KLB dalam kecepatan terbatas,” tandas Kus, sapaan akrabnya.
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut mengklaim, perjalanan KLB itu berlangsung aman dan lancar. Berpatokan pada uji coba KLB itu, Kus menegaskan bahwa jalur Cibeber-Lampegan kembali normal dan aman dilintasi kereta.
Seiring dengan tuntasnya perbaikan dan penanganan itu, Kus menegaskan, seluruh perjalanan Siliwangi pada 24 April 2026, kembali normal. (win)

