BCA Makin Cuan,  Punya Laba Bersih Rp14,7 Triliun,  Kreditnya pun Gacor, Berapa Angkanya?

Publikasi:

PENTAS.TV – BANDUNG, Secara umum, perekonomian nasional cukup terpengaruh oleh dinamika global, yang satu di antaranya akibat terjadinya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Satu indikatornya, perkembangan kurs rupiah yang masih fluktuatif. Bahkan, posisinya melewati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Meski demikian, korporasi perbankan swasta nasional raksasa, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, tetap menunjukkan performa dan kinerja gemilangnya. Perbankan berkode emiten BBCA ini tetap semakin cuan.

Buktinya, secara konsolidasi, pada akhir Maret 2026, PT BCA Tbk membukukan laba bersih yang perbandingannya dengan periode sama 2025, lebih banyak 4,3 persen atau menjadi Rp14,7 triliun.

Satu penopang perolehan laba bersih bernilai jumbo tersebut yakni moncernya penyaluran kredit atau pembiayaan.

Kepada media, Hendra Lembong, President Direktur PT BCA Tbk, mengemukakan, secara total, pada akhir Maret 2026, pihaknya menyalurkan kredit bernilai total Rp994 triliun.

“Nilai penyaluran kredit pada akhir periode triwulan I 2026 tersebut, secara tahunan, bertambah 5,6 persen,” tandas Hendra Lembong.

Dia meneruskan, komposisi penyaluran kredit paling masif pada triwulan perdana 2026 yaitu pembiayaan sektor produktif. Nominalnya, sebut dia, pada posisi Rp760,2 triliun, bertambah 7,8 persen secara tahunan.

Penopang selanjutnya, kata dia, yaitu pembiayaan segmen Environment-Social- Governance (ESG), yakni beberapa sektor berkelanjutan.

“Angkanya bertambah 10 persen secara tahunan atau menjadi Rp258,4 triliun,” kata orang nomor satu pada tubuh PT BCA Tbk ini.

Peran kredit Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) juga tidak kalah pentingnya. Pembiayaan sektor ini pun, tambahnya, juga berkontribusi pada total kredit triwulan I 2026.

Hendra Lembong mengatakan, pembiayaan UMKM yang pihaknya salurkan pada akhir Maret 2026, juga bertambah 12 persen secara tahunan. Nominalnya, ucap dia yaitu Rp146 triliun.

Begitu pula dengan penyaluran The Green Financing. Nilai penyaluran pembiayaan ini, yang di antaranya pada sektor Newable -Renewable Energy atau Energi Baru–Terbarukan (EBT),  ungkapnya, totalnya Rp113 triliun, lebih masif 7,7 persen daripada periode sama 2025.

Hendra Lembong mengklaim, moncernya penyaluran kredit itu, diimbangi oleh perkembangan positif rasio Non-Performing Loan (NPL) dan Loan at Risk (LAR).

Akhir Maret 2026, sebut dia, posisi NPL dan LAR masing-masing pada level  1,8 persen serta 5,1 persen.

Tidak hanya pembiayaan dan rasio NPL serta LAR yang menunjukkan pergerakan positif, pada akhir Maret 2026, kepercayaan publik pun semakin nyata.

Indikatornya, kata dia, yaitu bertambahnya nilai pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK), yang pada triwulan I 2026 bernominal Rp1.292,4 triliun, bertambah 8,3 persen secara tahunan.

Melihat pencapaian tersebut, Hendra Lembong optimistis bahwa pihaknya bisa tetap bahkan lebih menggeliatkan performa dan kinerjanya secara solid pada masa mendatang. (win/*)

Editor: erwin

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Bank BJB Lanjutkan Jurus Mautnya: Perkuat Sinergi, Kali Ini Pererat Kolaborasi dengan Pemprov Banten

PENTAS.TV - BANDUNG, Banyak cara, strategi, dan inovasi yang...

Puspa Swara Wanoja Sunda Wilayah IV di Garut, Upaya Perempuan Lestarikan Budaya Daerah

Pentas.TV - Garut, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP...

Bulog Buka-bukaan Data: Jabar Punya Stok Beras yang Masif, Volume Melebihi 700 Ribu Ton

PENTAS.TV - BANDUNG, Selama ini, Jabar terkenal sebagai daerah...

Ingin Siliwangi Segera Melaju Lagi, KAI Geber Proses Normalisasi Cibeber-Lampegan yang Amblas

PENTAS.TV - BANDUNG, Tidak jarang, bencana  hidrometeorologi, seperti longsor,...