OJK Beberkan Penyebab Perbankan Sulit Pangkas Suku Bunga Kredit, Simak Penjelasannya

Publikasi:

PENTAS.TV – BANDUNG, Beberapa waktu lalu, berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode April 2026, Bank Indonesia memutuskan dan menetapkan, bahwa suku bunga acuan tidak berubah.

Berdasarkan hasil RDG itu, suku bunga acuan tetap pada level 4,75 persen. Bank Indonesia pun tidak mengubah suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility, yakni masing-masing tetap pada posisi 3,75 persen serta 5,50 persen.

Bahkan, berdasarkan data, posisi suku bunga acuan sebesar 4,75 persen itu, ditetapkan Bank Indonesia sejak September 2025. Meski demikian, faktanya, suku bunga perbankan sulit terpangkas.

Otoritas Jasa Keuangan(OJK) membongkar penyebab sulit terpangkasnya suku bunga perbankan.

Dalam keterangannya, Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mengemukakan, sebenarnya, secara rata-rata suku bunga perbankan periode Februari 2026 pada level 8,80 persen, lebih rendah 8,80 persen atau sekitar 44 basis points (bps) daripada periode sama 2025, yakni 9,22 persen.

Hal itu, kata mantan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Jabar ini, karena susutnya suku bunga kredit investasi sebanyak 60 bps.

Pria berkaca mata ini mengatakan, secara umum, terpangkasnya suku bunga kredit  bergantung pada perkembangan Cost of Funds atau suku bunga pendanaan atau simpanan.

Rata-rata, lanjutnya, suku bunga simpanan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam kurs rupiah juga terpangkas 41 bps, yakni sebesar 2,68 persen, terutama pada segmen dana mahal atau deposito.

Dia mengatakan, cukup alotnya proses transmisi suku bunga terhadap Cost of Funds disebabkan masih lumayan kompetitifnya dana simpanan perbankan.

Kondisi itu terjadi, tuturnya, karena bagi perbankan, para nasabah kakap masih seksi .

Karenanya, agar suku bunga kredit punya celah  untuk terpangkas, Dian Ediana Rae mengharapkan industri perbankan menerapkan strategi pendanaannya secara lebih tepat dan optimal, utamanya, berkenaan dengan Current Account-Saving Account (CASA) alias dana murah, yang di antaranya meliputi tabungan. (win /*)

Editor: erwin

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Bos HPM Ungkap Rencana dan Strategi Jitu di balik Tutupnya Sejumlah Jaringan, Apa Katanya?

PENTAS.TV - BANDUNG, Selama beberapa waktu terakhir, publik di...

Izin Operasionalnya Dibekukan, OJK Larang Aktivitas PT Mitra Gadai Abadi

PENTAS.TV - BANDUNG, Bagi masyarakat di Kota Bandung, yang...

Menengok Pemeliharaan Kura-kura Leher Panjang di Bandung Zoo

Pentas.TV-Bandung, Kura-kura leher panjang, atau sering disebut kura-kura leher...