PENTAS.TV – BANDUNG, Beragam dinamika kerap terjadi dalam hal apa pun, termasuk saham. Kondisi itu dialami perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Mandiri Tbk (Persero).
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, dalam sesi perdagangan periode 27 April 2026 sekitar pukul 10.39 WIB, saham perbankan berkode emiten BMRI tersebut terkontraksi.
Perkembangan harganya menyusut 2 persen Posisinya menjadi Rp4.410 per lembar saham.
Goyangnya saham BMRI juga terjadi pada periode 23-24 April 2026. Yakni, masing-masing bergerak negatif 2,5 persen dan terkoreksi 2,81 persen. Bahkan, selama satu bulan terakhir, saham perbankan berlogo pita emas ini susut 8 persen.
Lalu, apa penyebab terkontraksinya saham PT Bank Mandiri Tbk (Persero)?
Tidak tertutup kemungkinan, terkoreksinya saham korporasi perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini akibat adanya aksi jual.
Pada periode 27 April 2026, volume perdagangan saham BMRI berjumlah 124,29 juta saham. Frekuensi perdagangan dan nominal transaksinya, masing-masing sebanyak 25.269 kali serta Rp555.34 miliar.
Hasil perdagangan tersebut menunjukkan net sell atau penjualan bersih saham PT Bank Mandiri Tbk (Persero) bernilai Rp125,4 miliar.
Pada sesi perdagangan Jumat pekan kemarin, penjualan saham BMRI kepada investor asing mencetak angka Rp655,10 miliar.
Secara kumulatif, selama 25 Maret 2026-24 April 2026, nominal perdagangan saham PT Bank Mandiri Tbk (Persero) kepada investor asing yakni pada level Rp3,39 triliun. (win /*)

