Tragedi Argo Bromo Anggrek: Korban Tewas Bertambah, Jumlahnya Jadi 15 Orang

Publikasi:

PENTAS.TV – BANDUNG, Sepertinya, awan mendung menggelayuti sektor transportasi publik nasional. Sebuah tragedi memilukan terjadi pada 27 April 2026.

Kala itu, sekitar pukul 20.52 WIB, dua rangkaian kereta, Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasartur) dan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Kampung Bandan-Cikarang berbenturan di Kilo Meter (KM) 28+920 emplasemen Stasiun Bekasi Timur.

Akibatnya sangat fatal. Benturan itu menyebabkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Informasi terkini, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengabarkan, jumlah korban yang meninggal dunia dalam tragedi Argo Bromo Anggrek bertambah menjadi 15 orang.

Dalam keterangannya, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Budi Hermanto, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, mengemukakan, ada 10 jenazah pada Rumah Sakit Kepolisian Republik Indonesia (RS Polri) Bhayangkara Kramat Jati.

“Lalu, RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Bekasi menangani 3 jenazah. Kemudian, RSU (Rumah Sakit Umum) Bella dan RS Mitra Keluarga, masing-masing menangani satu jenazah,” tandas perwira menengah Polri tersebut.

Kombes Polisi Budi Hermanto mengklarifikasi bahwa jumlah korban luka berjumlah 76 orang. Sayangnya, Kombes Polisi Budi Hermanto belum secara detil menjelaskan jenis luka apa saja yang diderita oleh ke-76 orang tersebut.

Prima Heru Yulihartono, Kepala RS Polri Kramat Jati, menambahkan, Pos Komando (Posko) Disaster Victim Identification (DVI) atau identifikasi korban RS  Bhayangkara Tingkat I Pusat Dokumen Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kramat Jati Jakarta Timur menerima pelaporan yang diajukan tujuh keluarga.

Ketujuh keluarga itu, kata Prima Heru Yulihartono, melaporkan kepada Posko DVI bahwa anggota keluarganya, yang dugaannya, termasuk korban tragedi Argo Bromo Anggrek, belum ditemukan.

Pihaknya menegaskan, untuk mempercepat dan mempermudah identifikasi yang masih dilakukan tim forensik, pihaknya sangat memerlukan data serta keterangan keluarga korban.

Berdasarkan pengidentifikasian awal tim DVI, sambungnya, 10 kantong jenazah merupakan korban berjenis kelamin wanita.

“Imbauan kami, dalam peristiwa ini, masyakarat yang merasa kehilangan atau ada anggota keluarganya yang belum ditemukan, segera menginformasikannya kepada Posko,” seru Prima Heru Yulihartono. (win/*)

Editor: erwin

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Tragedi Argo Bromo Anggrek: KAI Daop 2 Kembali Batalkan Perjalanan Kereta Jarak Jauh, Total Jadi 8 Trip

PENTAS.TV - BANDUNG, Sebuah tragedi memilukan dialami sektor transportasi...

Jawa Barat Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Kolaborasi Lintas Lembaga Fokus Tangani Kasus TPPO

Pentas.TV-Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan,...

Bukti Kinerja Bank BJB Moncer Terus: Laba Bersihnya Bertambah, Tebar Dividen Rp900 Miliar

PENTAS.TV - BANDUNG, Performa apik dan gemilang menjadi misi...

Kinerja Bank BJBS Tetap Apik, Nominal  Pembiayaannya Bertambah Dua Digit, Ini Penjelasan Sang Bos

PENTAS.TV - BANDUNG, Memang, secara umum, perkembangan industri perbankan...