Sabtu, 04 April 2026

Menghidupkan Kembali Marwah MAB: Dari Bale Nyungcung hingga Sentra Ekonomi Syariah

0
Wagub Jabar Erwan Setiawan duduk bersebelahan dengan Kasdam III Siliwangi, Agus Bhakti memberikan testimoni memori masa kecil kepada Ketua Nadzhir Masjid Agung Bandung
Wagub Jabar Erwan Setiawan duduk bersebelahan dengan Kasdam III Siliwangi, Agus Bhakti memberikan testimoni memori masa kecil kepada Ketua Nadzhir Masjid Agung Bandung

Pentas.TV – Masjid Agung Bandung bukan sekadar bangunan megah di jantung Kota Kembang. Ia adalah saksi bisu sejarah yang bermula sejak 1810, menyimpan memori kolektif warga Jawa Barat tentang identitas dan spiritualitas.

Kini, sebuah visi besar muncul untuk mengembalikan jati diri masjid legendaris ini sekaligus menjadikannya pusat pemberdayaan umat yang modern.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengenang masa mudanya saat sering berkunjung ke masjid yang kini tetap terawat baik tersebut.

Namun, ada satu kerinduan mendalam yang ia sampaikan: mengembalikan simbol historis “Bale Nyungcung”. Istilah Sunda “hayu urang ka Bale Nyungcung” yang identik dengan ajakan menikah, lahir dari arsitektur khas masjid ini di masa lalu, Sabtu (04/04/2026)

“Saya ingin ke depan, Bale Nyungcung itu bisa kembali dibangun sebagai ciri simbol dari Masjid Agung itu sendiri,” ujar Erwan usai melaksanakan ibadah shalat Jumat. Selain fisik, ia menekankan pentingnya memakmurkan masjid dengan merangkul generasi muda.

“Jadikan masjid ini betul-betul rumah Allah Kita gaungkan ke masyarakat dan pemuda agar mereka mencintai masjid ini,” tambahnya sembari berencana mendiskusikan pembukaan area taman alun-alun dengan Wali Kota Bandung agar suasana masjid semakin semarak.

Senada dengan Wagub, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti turut merasakan kedamaian saat kembali ke masjid tempatnya tumbuh besar di Bandung. Baginya, renovasi di beberapa titik diperlukan agar pelayanan kepada umat semakin maksimal.

“Marilah, ini adalah masjid kebanggaan kita. Kita gunakan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesan Brigjen Agus.

Visi Masjid Agung ke depan tidak hanya berhenti pada fungsi ibadah dan sejarah. Roedy Wiranatakusumah, SH., MH. MBA, menargetkan masjid ini menjadi hub atau Center of Excellence bagi ekonomi syariah.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi umat harus didukung melalui kemitraan strategis dengan entitas perbankan dan regulator seperti Bank Indonesia, OJK, dan Bursa Efek Jawa Barat.

Salah satu langkah terobosan yang disiapkan adalah pembukaan galeri investasi bursa sukuk di lingkungan masjid. “Kita ingin memberikan edukasi bagaimana masyarakat muslim bisa terlibat dalam kegiatan ekonomi syariah dalam bentuk saham,” jelas Roedy.

Dengan populasi Jawa Barat yang mencapai 52 juta jiwa, potensi ini dianggap sangat besar untuk mendorong keterlibatan warga dalam bursa saham syariah dan menjadikan masjid sebagai pusat pelaku usaha UMKM syariah.

Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, dan praktisi profesional, Masjid Agung Bandung sedang menapaki jalan baru: merawat akar sejarah Bale Nyungcung sembari membangun dahan ekonomi syariah yang kuat bagi masa depan warga Jawa Barat.

 

Editor: djarot