PENTAS.TV – BANDUNG, Prediksi bahwa pada periode super sibuk akhir tahun 2025, yakni Natal-Tahun Baru (Nataru) 2025-2026, volume penumpang kereta tumpah ruah menjadi kenyataan.

Buktinya, di Wilayah 2 Bandung, selama Masa Angkutan Nataru 2025-2026, yaitu 18 Desember 2025-4 Januari 2026, kereta jarak jauh menjadi pilihan utama hampir sebanyak 550 ribu orang penumpang.

Hendra Wahyono, Executive Vice President (EVP) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero( Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, menginformasikan, selama 18 Desember 2025-4 Januari 2026, demi melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat, pihaknya mengaktifkan 29 perjalanan kereta jarak jauh per hari.

“Jumlah itu termasuk aktivasi 4 perjalanan kereta jarak jauh tambahan,” tandas Hendra Wahyono dalam keterangannya.

Aktivasi 29 perjalanan tersebut, lanjutnya, disertai oleh masifnya ketersediaan tiket. Selama Masa Angkutan Nataru 2025-2026, kata dia, pihaknya mengalokasikan 287.316 lembar tiket.

Namun,, lanjut dia, realisasinya, penjualan tiket luar biasa masifnya. Selama periode akhir tahun yang super sibuk itu, sebut dia, karena bersifat dinamis, pihaknya menjual sebanyak 367.366 lembar tiket.

Secara keseluruhan, beber dia, pada Masa Angkutan Nataru 2025-2026, pihaknya melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi bagi 548.860 orang penumpang.

Jumlah itu, sambung dia, 4 persen lebih banyak daripada proyeksi awal, yakni sebanyak 525.029 orang.

Apabila perbandingannya dengan momen sama tahun sebelumnya, lanjut dia, volume penumpang yang terlayani lebih banyak 7,8 persen .

Pada periode Nataru 2024-2025, sahut dia, pihaknya mengakomodir sebanyak 509.092 orang penumpang.

Lalu, stasiun mana yang menjadi titik pelayanan tersibuk, baik keberangkatan maupun kedatangan selama Nataru 2025-2026?

Hendra Wahyono mengungkapkan, Stasiun Bandung tetap menjadi titik keberangkatan tersibuk. Pada periode Angkutan Nataru 2025-2026, sebutnya, sebanyak 122.732 orang penumpang.

“Stasiun Bandung pun menjadi titik kedatangan penumpang paling masif, yaitu berjumlah 122.699 orang,” papar Hendra Wahyono.

Titik tersibuk berikutnya, sambung dia, adalah Stasiun Kiaracondong. Selama Masa Angkutan Nataru 2025-2026, stasiun ini menjadi keberangkatan sebanyak 68.719 orang penumpang dan kedatangan 64.507 orang penumpang.

“Titik keberangkatan teramai lainnya adalah Stasiun Cianjur, Tasikmalaya dan Cipatat. Jumlahnya, masing-masing sebanyak 32.156 orang penumpang, 27.608 orang penumpang, dan 21.636 orang penumpang,” papar Hendra Wahyono.

Sedangkan stasiun yang menjadi titik kedatangan tersibuk setelah Bandung dan Kiaracondong, tambah dia, masih disandang Stasiun Cianjur dan Tasikmalaya.

Stasiun Cianjur, kata dia, menjadi titik kedatangan sebanyak 35.307 orang penumpang. Lalu, sebanyak 28.469 orang penumpang tiba di Stasiun Tasikmalaya.

“Stasiun Cipatat pun berpredikat sebagai titik pelayanan kedatangan penumpang terbanyak. Jumlahnya, 22.942 orang,” tuturnya. (win/*)