PENTAS.TV -BANDUNG, Seperti tahun-tahun sebelumnya, prediksinya, pada periode Ramadan-Idul Fitri 2026, kebutuhan dan permintaan sejumlah komoditas pangan, yakni beras dan minyak goreng (migor) lebih masif daripada hari-hari biasa.
Meski demikian, publik di tanah air bisa bernafas lega. Pasalnya, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menggaransi bahwa stok dan pasokan beras serta migor selama Ramadan-Idul Fitri 2026 berlimpah.
Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menegaskan, saat ini, pihaknya mengelola stok dan pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang volumenya sekitar 3,2 juta ton.
Bahkan, lanjutnya, stok CBP sangat berpotensi untuk terus bertambah. Itu karena, jelasnya, proses penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani masih berlangsung
Sebagai bukti, kata dia, selama satu bulan terakhir, yakni periode Januari2026, ujar dia, terealisasi pertambahan stok CBP bervolume sekitar 100 ribu ton.
“In Syaa Allah, stok dan pasokan CBP saat ini, mencukupi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan-Idul Fitri 2026,” tandas Purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) ini.
Lalu, bagaimana soal stok dan pasokan migor, dalam hal ini MinyaKita?
Ahmad Rizal Ramdhani menginformasikan, pasokan dan pendistribusian MinyaKita pun dalam kondisi aman
Pendistribusian MinyaKita, sahutnya, pihaknya gulirkan pada awal Januari 2026. Demi terakomodirnya kebutuhan masyarakat, pihaknya mengalokasikan sekitar 30 ribu Kilo Liter (KL) per bulan.
“Khusus periode Ramadan-Idul Fitri 2026, stok dan pasokan MinyaKita kami perbanyak menjadi sekitar 70 ribu KL,” beber Ahmad Rizal Ramdhani.
Pendistribusian MinyaKita, sambungnya, sesuai ketentuan pemerintah, yang mengacu dan menerapkan skema 35 persen Domestic Market Obligation (DMO).
“Prosesnya (distribusi MinyaKita) pun lebih terkendali, efektif, dan efisien karena tanpa melibatkan distributor. Artinya, teknis distribusinya langsung oleh BUMN Pangan, termasuk kami,” papar Ahmad Rizal Ramdhani.
Selain stok dan pasokan, Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim bahwa harga beras dan MinyaKita, termasuk beberapa komoditas lain, seperti daging, gula pasir, tepung terigu, cabai, dan bawang merah, relatif stabil.
Berdasarkan pemantauan pada Pasar Jatinegara dan Pasar Minggu belum lama ini, harga beras medium sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp13.500 per kilo gram.
“Harga Beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) yaitu Rp12.500 per kilo gram. Kemudian, harga beras premium pada level Rp14.900 per kilo gram,” urainya.
Sama halnya dengan MinyaKita. Harga end user atau level konsumen komoditas itu, ucapnya, juga sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter. “Harga gudangnya Rp14.500 per liter,” tambah dia. (win/*)














