
PENTAS.TV – BANDUNG, Demi terciptanya kesejahteraan masyarakat, satu elemen penting yang menjadi fokus pemerintah yaitu stabilitas pangan, baik stok maupun harga.
Karena itu, pemerintah bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara yang swasembada pangan.
Agar cita-cita itu tercapai, bersama lembaga-lembaganya, termasuk korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), pemerintah menggencarkan dan memastikan hasil penyerapan serta pengadaan beras atau gabah kering setara beras.
Tahun ini, pemerintah menginstruksikan Perum Bulog agar bisa membukukan volume penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras sebanyak 4 juta ton,
Hasilnya, sungguh luar biasa. Hingga kini, Perum Bulog membukukan volume penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras hampir sebanyak 3 juta ton, tepatnya 2,96 juta ton.
“Artinya, persentase penyerapan beras atau gabah kering setara beras pada posisi 74 persen target yang ditetapkan pemerintah,” tandas Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, kepada media.
Tentunya, lanjut Ahmad Rizal Ramdhani, berlimpahnya hasil penyerapan tersebut membuat pihaknya harus menyiapkan strategi lain.
Hal itu, jelasnya, agar pengelolaan, baik Cadangan Beras Pemerintah (CBP) maupun hasil penyerapan bisa lebih optimal.
Purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini mengungkapkan strategi yang pihaknya siapkan tersebut.
Agar pengelolaan hasil penyerapan optimal, beber dia , pihaknya menyiapkan gudang berkapasitas 7 juta ton.
Saat ini, sambungnya, seluruh gudang yang pihaknya kelola, kapasitasnya hampir 4 juta ton. Volume itu, kata dia, tercapai berkat hasil penyerapan pada 2025 yang volumenya 3 juta ton.
“Karenanya, kami memutuskan untuk menyewa sejumlah gudang swasta sebagai titik penyimpanan dan pengelolaan hasil penyerapan,” paparnya.
Penyewaan gudang swasta itu, tambahnya, juga kiat pihaknya untuk mengelola dan mengolah CBP dan hasil penyerapan sebelum teralisasinya proyek pembangunan 100 unit gudang baru.
Bicara soal stok beras nasional, Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim, volumenya sangat berlimpah.
“Hingga saat ini, kami mengelola CBP sebanyak 5,3 juta ton.,” tutup Ahmad Rizal Ramdhani. (win/*)

