
PENTAS TV – BANDUNG, Anggapan bahwa kereta memang moda transportasi terfavorit dan primadona masyarakat semakin tidak terbantahkan.
Satu indikatornya, volume penumpang yang kerap meluber, terutama pada momen-momen long weekend.
Bukti terbaru, di Wilayah 2 Bandung, pada periode Long Weekend Idul Adha-Waisak 2026, volume penumpang berjubel. Hal itu tercermin pada laris manisnya tiket kereta jarak jauh
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengemukakan, selama momen Idul Adha-Waisak 2026, yakni 26 Mei-1 Juni 2016, hingga 28 Mei 2026 pagi, sebanyak 83.705 lembar tiket kereta jarak jauh abis terjual.
“Volume penjualan tiket tersebut setara 81,9 persen kapasitas, yang jumlahnya 102.186 seats,” tandas Kus, sapaan akrabnya.
Kus berkeyakinan, volume penumpang selama momen Idul Adha-Waisak 2026 bisa bertambah melebihi kapasitas karena sifatnya yang dinamis.
Khusus 28 Mei 2026, kata mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu, pihaknya melayani dan mengakomodir keberangkatan sebanyak 13.898 orang penumpang.
Pada sisi lain, Kus kembali mengingatkan seluruh penumpang agar lebih memperhatikan seluruh barang dan properti bawaannya.
“Taruh pada tempat yang aman aman dan tidak mengganggu kenyamanan selama perjalanan,” seru mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi Jabodebek ini.
Yang tidak kalah pentingnya, Kus meminta seluruh penumpang supaya menaati peraturan, termasuk berkenaan dengan barang-barang atau properti yang mereka bawa dan masukkan ke dalam kereta.
Misalnya, jelas dia, bobot maksimal barang bawaan atau properti penumpang di dalam kabin kereta yakni 20 kilo gram. “Volume maksimalnya 100 desimeter (dm) kubik. Dimensinya, 70 x 48 x 30 sentimeter.
Selain itu, tegas dia, pihaknya pun tidak memperkenankan para penumpang memasukkan beberapa jenis barang ke dalam kereta.
Antara lain, sebut dia, hewan peliharaan atau ternak dan narkotika beserta zat terlarang lainnya seperti psikotropika dan aditif.
Kemudian, sahut dia, senjata, baik api maupun tajam, papan selancar, dan barang yang mudah terbakar.
Termasuk, imbuh mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu, barang-barang berbau busuk dan amis atau yang berpotensi mengganggu atau membahayakan kesehatan. (win /*)

