
PENTAS.TV – BANDUNG, Tepat pada 20 Mei 2026, korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah BUMD terakbar di Nusantara, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk Perseroda alias bank bjb berusia 65 tahun.
Pada Hari Ulang Tahun (HUT) kali ini, bank bjb memperkuat komitmennya untuk terus berkembang bersama masyarakat melalui semangat “Kepercayaan Membangun Harapan”.
Perjalanan selama enam dekade mencerminkan konsistensi perbankan yang bermarkas di Jalan Naripan Bandung itu untuk senantiasa berinovasi, menyempurnakan pelayanan, dan tentunya, semakin berkontribusi bagi ekonomi daerah, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Irwan Riswandi, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, mengemukakan, pada usianya yang ke-65 tahun, kepercayaan yang terbangun selama ini menjadi fondasi utama agar jajarannya tetap relevan dan adaptif dengan berbagai dinamika.
“Selain itu, kata dia, juga sebagai dasar untuk menghadirkan harapan dan masa depan lebih baik,” tandasnya.
Bagi bank bjb, sambung Irwan Riswandi, usia ke-65 bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan simbol interaksi dengan seluruh stakeholder yang terus terjalin erat.
Sejak awal, katanya, bank bjb merupakan bagian perjalanan masyarakat. Perannya, sahut dia, tidak hanya institusi keuangan, tetapi juga mitra pendamping berbagai aktivitas masyarakat.
Terbukti, meski tantangan dan dinamika global terus terjadi, tegasnya, pihaknya tetap berkinerja dan berperforma positif.
Faktanya, ungkap Irwan Riswandi, hingga akhir 2025, aset bank bjb semakin berlimpah. Secara konsolidasi, sebut dia, pihaknya, yang mengaktifkan jaringan pada 17 provinsi, baik berkonsep konvensional maupun digital, memiliki aset bernilai Rp221,8 triliun
Transformasi digital, ujarnya, merupakan upaya strategis. Fokusnya, bukan hanya teknologi, melainkan juga pelayanan kepada masyarakat secara lebih mudah, efektif, dan efisien.
Terjadinya berbagai dinamika global, lanjut Irwan Riswandi, semakin memperkokoh posisi perbankan pelat merah ini sebagai institusi keuangan nasional.
Semakin kokohnya posisi itu, tuturnya, karena bank bjb menjelma sebagai sebuah konglomerasi keuangan melalui pemerkuatan lini usaha.
Antara lain, syariah, sekuritas, dan membentuk ekosistem melalui pola sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya.
Irwan Riswandi melanjutkan, pengembangan pelayanan berbasis digital selain berorientasi bisnis, juga sebagai landasan memperkuat komitmen secara berkelanjutan.
Satu buktinya, beber dia, pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, pihaknya menyetorkan dividen bernilai Rp900 miliar kepada para pemilik saham.
“Kami ingin memastikan perusahaan tetap berkembang positif selaras dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. Jadi, tolok ukur keberhasilan tidak hanya soal bisnis, tetapi juga manfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Irwan Riswandi menegaskan, pihaknya optimistis mampu memperkuat transformasi bisnis berbasis digital dan menerapkan skema hybrid banking, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan pola pelayanan inklusif. (win/*)

