PENTAS.TVB- BANDUNG, Tidak selamanya setiap korporasi senantiasa menorehkan performa dan kinerja apik. Terkadang, mengalami fluktuasi.

Kondisi itu, sepertinya dialami korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk (Persero).

Mengacu pada pelaporan keuangannya, selama 2025, perbankan Merah Putih berkode emiten BBRI ini membukukan laba bersih tahun berjalan bernilai Rp57,13 triliun.

Secara nominal, perolehan laba bersih tahun berjalan PT BRI Tbk (Persero) tersebut memang masif. Namun, apabila perbandingannya dengan periode sama 2024, yang nilainya Rp60,30 triliun, angka tersebut terkontraksi 5,26 persen.

Meski demikian, performa dan kinerja top Line perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) tersebut, sebenarnya, menunjukkan pergerakan positif.

Contohnya, sebut dia, Interest Income (NI) alias Pendapatan Bunga, yang pada Desember 2025, bertambah 4,27 persen secara tahunan atau menjadi Rp207,78 triliun.

Sayangnya, melejitnya Net Income tersebut diikuti oleh bertambahnya beban bunga, yaknj sebesar 1,2 persen secara tahunan atau bernilai Rp57,28 triliun.

Mengenai pembiayaan, hingga periode 2025 berakhir, secara konsolidasi, PT BRI Tbk (Persero) menggelontorkan kredit bernilai super jumbo, yakni Rp1.521,49 triliun atau bertambah 12,31 persen secara tahunan.

Akan tetapi, gacornya penyaluran kredit itu kurang diimbangi oleh perkembangan rasio Non-Performing Loan (NPL).

Pada akhir 2025 posisi rasio NPL Gross PT BRI Tbk (Persero) yakni 3,29 persen. Begitu pula dengan rasio NPL Net yang juga mengalami pergerakan kurang positif, yakni pada level 0,96 persen.

Walau demikian, publik masih punya kepercayaan besar kepada PT BRI Tbk (Persero). Itu terbukti oleh masifnya realisasi pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Hingga Desember 2025, PT BRI Tbk (Persero) mengelola DPK bernilai super masif. Nominalnya Rp1.466,84 triliun. (win/*)