
PENTAS.TV – BANDUNG, Setelah selama beberapa hari beberapa perjalanan kereta jarak jauh mengalami pembatalan, akibat benturan Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasarturi) dan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Kampung Bandan-Cikarang, yang menewaskan belasan orang serta menyebabkan puluhan orang terluka, pada 30 April 2026, kembali normal.
Bertepatan dengan hal itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) pun kembali mempersiapkan pelayanan terbaiknya agar kebutuhan transportasi masyarakat terlayani dengan secara optimal.
Pasalnya, akhir pekan ini, berlangsung Long Weekend May Day alias Hari Buruh Dunia, yang setiap tahun, bergulir 2 Mei
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menyatakan, demi terlayani dan terakomodirnya kebutuhan transportasi masyarakat selama periode Long Weekend May Day 2026, pihaknya mengalokasikan 69.574 lembar tiket.
“Seluruh tiket itu meliputi berbagai kelas. Yakni, Compartement Class, Luxury Class, Executive Class, dan Economy Class,” tandas Kus, sapaan akrabnya.
Perjalanan seluruh kelas itu, lanjutnya, terdapat dalam 27 jadwal perjalanan kereta jarak jauh. Terdiri atas, sebutnya, 26 perjalanan kereta jarak jauh reguler, dan 1 perjalanan kereta jarak jauh tambahan.
Seiring dengan kembali normalnya seluruh perjalanan, Kus mengklaim, bahwa tiket untuk perjalanan periode Long Weekend May Day 2026 direspon publik secara positif.
Hingga 30 April 2026, ungkap mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut, sekitar 34 ribu lembar tiket kereta jarak jauh keberangkatan dari Wilayah 2 Bandung habis terjual.
Rute paling favorit pada periode long weekend kali ini, sambung dia, yakni perjalanan yang mengarah timur, seperti kota-kota di Jateng dan Jatim.
Menjelang Long Weekend May Day 2026, Kus menambahkan, pihaknya pun siap melayani kedatangan sekitar 29.000 orang penumpang dari wilayah Jateng-Jatim, sesuai dengan volume penjualannya.
“Seluruh kesiapan kami lakukan secara sangat optimal. Baik berkenaan dengan fasilitas-fasilitas sarana dan prasarana, maupun SDM (Sumber Daya Manusia),” paparnya.
Contoh kesiapan fasilitas, ujarnya, yakni, secara rutin, berkala, dan saksama, pihaknya senantiasa melakukan pengecekan, pemeriksaan, pemeliharaan, dan perbaikan armada, termasuk Daerah Pemanfaatan Khusus (Dapsus) alias titik-titik rawan. (win)

