PENTAS.TV – BANDUNG, Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab terjadinya beragam kendala. Antara lain, yang bersifat non-teknis.
Buktinya, pada 1 April 2026, perjalanan Ciremai (Semarang Tawang-Bandung) mengalami kendala. Kala itu, perjalanan rangkaian kereta jarak jauh tersebut harus terhenti karena, petak jalan Maswati-Sasaksaat terlanda longsor.
Sesuai prosedur standar, sebagai bentuk pelayanan prima kepada para penumpang Ciremai, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, memberlakukan dua skema.
“Yakni oper Stapen atau pengalihan penumpang pada armada bus untuk melanjutkan perjalanannya dan refund tiket 100 persen sesuai ketentuan,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung.
Berkenaan dengan Oper Stapen para penumpang Ciremai, Kus, sapaan akrabnya, menuturkan, pihaknya mengerahkan 14 armada bus.
Artinya, jelas dia, mayoritas penumpang Ciremai memilih melanjutkan perjalanannya menggunakan bus.
“Sisanya, melakukan refund 100 persen, yang tentunya sesuai dengan peraturan dan ketentuan,” lanjut Kus.
Pada sisi lain, mantan Manager Humas PT KAI Persero Daop 3 Cirebon tersebut mengatakan, pada 2 April 2026, sekitar pukul 03.20 WIB, petak jalan Maswati-Sasaksaat bisa kembali dilintasi kereta.
Namun, lanjut Kus, sapaan akrabnya, demi keamanan dan keselamatan, kereta-kereta yang melintasi lintas tersebut tetap harus melakukan dalam kecepatan yang terbatas, yakni 5 kilo meter per jam. (win)


