PENTAS.TV – BANDUNG, Ada beberapa aspek yang menempatkan kereta sebagai moda transportasi terfavorit dan pilihan utama masyarakat. Antara lain, waktu tempuh perjalanan.
Sebagai acuan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) mengklaim, waktu tempuh perjalanan kereta di Wilayah 2 Bandung semakin mendekati kesempurnaan 100 persen selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026.
“Selama Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, yakni 11 Maret-1 April 2026, persentase On Time Performance (OTP) keberangkatan yakni 99,80 persen, melebihi proyeksi yaitu 99,55 persen,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Bahkan, sambungnya, OTP keberangkatan Masa Angkutan Idul Fitri 2026 lebih baik daripada momen sama 2025, yakni 99,65 persen.
Begini pula dengan persentase OTP kedatangan. Kus, sapaan akrabnya, membeberkan, selama Masa Angkutan Idul 2026, persentase OTP kedatangan pada level 99,45 persen, melebihi target awal, yaitu 95,00 persen
“OTP kedatangan pun semakin mendekati kesempurnaan. Persentasenya lebih baik daripada Masa Angkutan Idul Fitri 2025, yakni 98,92 persen, ” papar dia.
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut menambahkan, selama Angkutan Angkutan Idul Fitri 2026, secara total, pihaknya mengaktifkan 3.948 perjalanan.
Cakupannya, ujar dia, 1.257 perjalanan kereta jarak jauh. Lalu, sambung dia, sebanyak 1.298 kereta lokal.
Kemudian, kata dia, sebanyak 1.380 rangkaian feeder Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh. “Ada juga 13 perjalanan kereta barang,” sahutnya.
Bicara soal rangkaian paling favorit, mantan Manager Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini menyebut nama Pasundan Tambahan (Kiaracondong-Surabaya Gubeng pp).
Persentase okupansinya, yang bersifat dinamis, tutur Kus, yakni 218,98 persen. Kemudian, kata dia, Kahuripan (Kiaracondong-Blitar pp) dan Malabar (Bandung-Malang), yang okupansinya masing-masing 188,26 persen serta 187,40 persen.
Selain tiga rangkaian itu, Kus juga mengatakan, beberapa kereta lainnya di wilayah kerjanya pun menjadi pilihan utama masyarakat.
Yaitu, ucap dia, Papandayan (Garut-Gambir pp) yakni 170,99 persen. Selanjutnya, Cikuray (Garut-Pasarsenen pp) sebanyak 152,25 persen.
Rangkaian berikutnya, tambah dia, adalah Pasundan (Kiaracondong Surabaya Gubeng pp) sebanyak 149,75 persen dan Harina (Bandung-Surabaya Pasarturi via jalur utara).
“Dua lainnya, sahut Kus, yakni Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya Gubeng pp)sejumlah 146,04 persen serta Argo Wilis (Bandung Surabaya Gubeng) sebesar 140,22 persen,” beber mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun itu.
Selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026, imbuhnya, Kus menuturkan, Bandung-Gambir, Bandung-Yogyakarta, dan Kiaracondong-Kutoarjo, termasuk rute paling favorit dan primadona para penumpang .
Rute Kiaracondong-Gombong, Bandung-Solo Balapan, dan Bandung-Surabaya Gubeng, sambung Kus, juga termasuk rute yang diminati para penumpang selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026. (win)

