PENTAS.TV, Buaya muara atau buaya bekakak (Crocodylus Porosus) adalah spesies buaya terbesar di dunia, dinamai karena habitatnya di sungai dan dekat laut (muara). spesies ini dikenal juga sebagai buaya air asin, buaya laut, dan sebutan lokal lainnya. Buaya ini tersebar di perairan dataran rendah dan pantai tropis di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia (Indo-Australia), wilayah perantauan buaya muara meliputi perairan Teluk Benggala (Sri Lanka, Bangladesh, India) hingga Polinesia (Kepulauan Fiji dan Vanuatu), dengan habitat favorit di Indonesia dan Australia.
Panjang tubuh buaya muara, termasuk ekor, biasanya antara 4,5 hingga5,5 meter, dengan kemungkinan mencapai lebih dari 6 meter. Bobotnya dapat melebihi 1000 kg, dan spesies ini memiliki moncong yang lebar tanpa sisik besar di tengkuknya.
Aktivitas buaya ini berlangsung siang dan malam, memangsa berbagai hewan yang memasuki wilayahnya, seperti ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia besar. Buaya muara termasuk spesies yang berbahaya bagi manusia dan dapat melompat dari air untuk menyerang mangsanua, bahkan di kedalaman air yang tinggi.
Pencernaan buaya muara berlangsung lambat, sehingga dapat bertahan tanpa makanan selama 1 hingga 2 bulan, bahkan hingga 3 tahun setelah makan besar. Keterampilan berenang buaya muara sangat baik, mampu menjelajahi perairan jauh dari daratan. Mereka dapat mentoleransi air asin, dan saat cuaca panas, mereka merendam tubuhnya di air untuk mendinginkan diri, hanya menampakan mata dan lubang hidung. Kecepatan berenangnya mencapai 24-29 km/jam.
Reproduksi buaya muara berlangsung dengan cara bertelur (Ovipar), mereka siap kawin pada usia minimal 8 tahun, dengan musim kawin antara Februari hingga Oktober. Betina dapat bertelur 40 hingga 70 butir telur, yang akan menetas dalam 70 hingga 80 hari. Persiapan bersarang dilakukan betina sebelum bertelur, dengan mengumpulkan daun dan ranting di dekat tepi sungai. Setelah membuat lubang, ia mengumpulkan lumpur untuk melindungi telur dari predator. Anak buaya muara yang baru menetas berukuran sekitar 20 hingga 30 cm, namun tingkat keberhasilan hidupnya sangat rendah, dengan kurang dari 50 persen telur yang menetas dan kurang dari 10 persen yang mencapai dewasa.
Usoa hidup buaya muara berkisar antara 25 hingga 70 tahun, yang memungkinkan mereka berkembang biak dan menjaga populasi dalam jangka waktu yang lama. Status konservasi buaya muara menurut IUCN adalah “Leas Concern” (Beresiko Rendah), menunjukkan bahwa populasi mereka stabil dan belum terancam.(GIH/*)

