PENTAS.TV – BANDUNG, Perkembangan performa dan kinerja berbagai sektor usaha dan industri, tidak jarang, mengalami fluktuasi. Sama halnya dengan pasar sepeda motor nasional.
Terbukti, pada Maret 2026, performa dan kinerja penjualan sepeda motor nasional mengalami hal yang mirip dengan mobil, yakni lesu.
Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ,pada triwulan I 2026, volume penjualan mobil secara wholesales terkontraksi 24.6 persen apabila perbandingannya dengan Februari 2025, yang berjumlah 81.250 unit.
Lalu, bagaimana dengan kinerja penjualan sepeda motor?
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengumumkan, bahwa realisasi penjualan pada Maret 2026 berjumlah 448.974 unit atau lebih sedikit 22,37 persen daripada Februari 2025, yang angkanya 578.354 unit.
Totalnya, selama periode Januari-Maret 2026, sebanyak 1.614.091 unit sepeda motor terjual.
Sayangnya, perbandingannya secara tahunan atau triwulan 2025, realisasi penjualan sepeda motor pada bulan ketiga 2026 itu terkoreksi 4,11 persen
Volume penjualan seluruh brand sepeda motor dan varian selama bulan ketiga 2026 tersebut setara dengan 25 persen target nasional, yaitu sekitar 6,4 juta unit.
Tidak hanya pasar domestik, kondisi pasar ekspor sepeda motor pada triwulan I 2026 pun mengalami kelesuan.
AISI mengabarkan, volume ekspor Completely Built Up (CBU) selama Maret 2026 berjumlah 48.970 unit, lebih sedikit 15 persen daripada Februari 2026, yang jumlahnya 57.688 unit.
Sedangkan kinerja ekspor sepeda motor berupa Completely Knocked Down (CKD) selama Maret 2026 pun terkoreksi, yakni sebanyak 488.279 unit, lebih sedikit daripada periode Februari 2026 yang berjumlah 636.576 unit.
Begitu pula dengan realisasi ekspor Spare Parts atau suku cadang sepeda motor.
Data AISI menunjukkan, pada Maret 2026, industri sepeda motor nasional mengekspor sebanyak 9.113.331 unit spare-parts ke berbagai negara.
Jumlah itu berkurang cukup signifikan apabila perbandingannya dengan Februari 2026, yang volumenya 14.318.779 unit. (win/*)

