
PENTAS.TV – BANDUNG, Performa apik dan gemilang menjadi misi utama setiap korporasi, apapun sektornya.
Hal itu pun berlaku bagi korporasi perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terakbar di Nusantara, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb.
Berdasarkan pelaporan keuangan, pada triwulan perdana 2026, secara konsolidasi, bank bjb sukses menambah perolehan laba bersihnya, yakni bernilai Rp519,30 miliar.
Apabila perbandingannya dengan periode sama 2025, yang nilainya Rp506,61 miliar, raupan laba bersih perbankan yang bermarkas di Jalan Naripan Bandung pada akhir Maret 2026 itu lebih masif 2,51 persen.
Dalam pelaporan itu, bank bjb pun membukukan laba operasional yang lebih masif 10,82 persen daripada periode sama 2025. Angkanya menjadi Rp662,67 miliar. Periode sama 2025,, berada pada level Rp597,95 miliar.
Sedangkan perolehan laba tahun berjalan sebelum pajak, pada triwulan I 2026, nominalnya Rp639,75 miliar, bertambah 5,49 persen secara tahunan.
Ada beberapa aspek yang menjadi trigger apiknya performa dan kinerja tersebut. Antara lain, Net Interest Income (NII) atau pendapatan bunga bersih, yang secara tahunan, bertambah 12,86 persen menjadi Rp2,05 triliun.
Penopang lainnya yakni provisi atau fee, dan administrasi yang menggeliat 10,50 persen secara tahunan. Nominalnya yaitu Rp413,08 miliar.
Bertambahnya perolehan laba itu juga berkat moncernya penyaluran kredit. Dana kredit bernilai Rp141,24 triliun tersalurkan pada triwulan I 2026, lebih banyak 0,38 persen daripada realisasi tiga bulan awal 2025, yang nominalnya Rp140,71 triliun
Pergerakan positif penyaluran kredit itu diimbangi perkembangan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang cukup positif. Posisi NPL Gross dan NPL Net pada triwulan I , masing-masing yakni 3,07 persen serta 1,18 persen.
Apik dan gemilangnya kinerja itu disertai semakin besarnya kepercayaan publik. Indikatornya, pada triwulan I 2026, bank bjb mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK) , yang nilainya bertambah 4,57 persen secara tahunan atau menjadi Rp159,87 triliun.
Tidak itu saja, perbankan yang menginisiasi terbentuknya Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) lainnya tersebut, juga memperkuat posisi
rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).
Pada triwulan awal tahun ini, rasio KPMM yakni 20,29 persen. Pada akhir Maret 2025, persentase KPMM yakni 20,11 persen.
Sesuai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Gedung Pakuan, Jalan Otomotif Iskandardinata Bandung, 28 April 2026, kepada media, Ayi Subarna, Direktur Utama bank bjb, mengungkapkan, tercapai kesepakatan mengenai pembagian dividen kepada para pemilik saham.
“Nominalnya sebanyak Rp900 miliar. Lebih banyak daripada sebelumnya, yaitu Rp860 miliar,” kata mantan Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb tersebut. (win/*)

