
PENTAS.TV – BANDUNG, Pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB, terjadi sebuah tragedi memilukan.
Dua rangkaian kereta berbenturan di Kilo Meter (KM) 28 + 920 emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Yakni, antara Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasartur) dan Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Kampung Bandan-Cikarang.
Akibatnya sangat fatal. Berdasarkan informasi pada 28 April 2026 pukul 08.45 WIB, peristiwa memilukan itu menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya terluka.
Dugaannya, sebelum benturan maut itu terjadi, sebuah kendaraan berpelat nomor B 3864 SBI, yang terindikasi taksi Green SM, menerobos Jalur Perlintasan Langsung (JPL) alias perlintasan sebidang sekitar kawasan Bulak Kapal.
Adanya informasi itu membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersegera memanggil pengelola sekaligus operator taksi asal Vietnam yang dinaungi PT Xanh SM Green And Smart Mobility (GSM) Indonesia.
Demi terungkapnya tragedi Argo Bromo Anggrek, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera memanggil pengelola Green SM untuk klarifikasi.
Kepada media, di Stasiun Bekasi Timur, Dudy Purwaghandi, Menteri Perhubungan, menuturkan, pihaknya menginstruksikan Aan Suhanan, Direktur Jenderal Direktorat Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub, agar segera bertemu dengan pengelola Green SM.
Pertemuan itu, ujarnya, bukan hanya soal meminta klarifikasi tentang tragedi Argo Bromo Anggrek, tetapi juga sekaligus evaluasi.
Dalam pernyataannya, PT Xanh SM Green And Smart Mobility (GSM) Indonesia berkomentar tentang tragedi memilukan di Stasiun Bekasi Timur tersebut yang melibatkan satu armadanya.
“Kami sangat concern atas terjadinya kecelakaan pada perlintasan sebidang sdi dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026,” tulis PT Xanh SM Green And Smart Mobility (GSM) Indonesia dalam akun Instagram-nya.
Operator taksi yang armadanya berupa Election Vehicle (EV) alias kendaraan listrik tersebut mengaku memberikan keterangan serta informasi tentang tragedi itu secara relevan.
Perusahaan ini juga mengklaim sangat mendukung proses investigasi yang kini dlakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Selain itu, dalam peristiwa ini, mereka pun menyatakan siap berkoordinasi dengan seluruh pihak.
PT Xanh SM Green And Smart Mobility (GSM) menulis bahwa dalam tragedi itu, kondisi armadanya tidak berpenumpang. Pengemudinya pun selamat. (win/*)

