
PENTAS.TV – BANDUNG, Sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, tentunya, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) punya peran penting.
Tidak heran, berbagai kiat dan trik diimplementasikan Perum Bulog. Yakni, selain memasifkan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras dan jagung untuk pemenuhan pakan ternak.
Berkenaan dengan jagung, Perum Bulog mengaktifkan jurus lainnya. Yakni mulai menyalurkan jagung pakan dalam program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengungkapkan, penyaluran jagung SPHP, bukan hanya soal stabilisasi pasokan, melainkan juga harga komoditas tersebut.
“Secara keseluruhan, jagung pakan dalam program SPHP yang kami salurkan, volumenya 240 ribu ton,” tandas Ahmad Rizal Ramdhani.
Fokus pendistribusiannya, lanjut purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini, yaitu sentra-sentra peternakan unggas , semisal ayam, di berbagai wilayah tanah air.
Harga jual jagung pakan dalam program SPHP, ujarnya, yakni berpatokan pada Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah. Yakni, sebutnya, Rp5.500 per kilo gram.
Bagaimana soal hasil penyerapan jagung?
Ahmad Rizal Ramdhani membeberkan, saat ini, pihaknya membukukan penyerapan dan pengadaan jagung nasional bervolume sekitar 300 ribu ton.
“Volume hasil penyerapan jagung tersebut melebihi realisasi tahun lalu, yakni sebanyak 102 ribu ton,” tutup Ahmad Rizal Ramdhani. (win/*)

