
PENTAS.TV – BANDUNG, Pasokan energi listrik yang andal, memang sangat menunjang beragam aktivitas, terutama, pada momen-momen tertentu, seperti keagamaan, yang di antaranya Idul Adha dan Waisak.
Pada momen Idul Adha 2026 dan Waisak 2026, publik, khususnya di Jabar, tidak perlu merisaukan pasokan listrik.
Pasalnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menggaransi bahwa selama periode Idul Adha 2026, pasokan listrik di Tatar Pasundan tetap andal.
“Kami siap menjaga keandalan pasokan listrik selama dua momen keagamaan, periode Idul Adha 2026 dan Waisak 2026,” tandas Sugeng Widodo, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar.
Pada momen Idul Adha 2026 dan Waisak 2026, kata dia, pihaknya memiliki data pasok masif, yaitu 16.106 Mega Watt (MW).
Prediksinya, khusus Idul Adha 2026, ucapnya, beban puncak sebesar 7.061 MW, terjadi pada 27 Mei 2026.
Dia menegaskan, masyarakat tidak perlu risau karena pihaknya memiliki cadangan data pasok 9.045 MW.
Agar pasokan listrik tetap mumpuni selama dua momen keagamaan tersebut, Sugeng Widodo mengungkapkan, pihaknya menyiapkan dan mengimplementasikan berbagai strategi.
Di antaranya, beber dia, mengerahkan 4.993 personel . Mereka, lanjutnya, bersiaga 100 persen pada 289 pos komando (posko) yang tersebar di seluruh wilayah Bumi Parahyangan.
Lalu, lanjutnya, sebanyak 42 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) Mobile pihaknya aktifkan. Kemudian, tuturnya, pihaknya menyiapkan 124 unit gardu bergerak.
“Material cadangan serta peralatan teknis pendukung lainnya juga kami siagakan sebagai upaya antisipasi dan penanganan apabila terjadi kendala pasokan listrik,” paparnya.
Selama periode Idul Adha 2026 dan Waisak 2026, sahut Sugeng Widodo, pihaknya pun menetapkan beberapa titik yang berkatagori skala prioritas.
Yaitu, sebut dia, tempat ibadah, yang mencakup sebanyak 132 masjid serta 58 vihara. Sebanyak 55 pusat keramaian dan tempat wisata pun, sambungnya, termasuk skala prioritas. Begitu juga dengan rumah sakit dan pusat-pusat perbelanjaan.
“Jumlah rumah sakit dan pusat perbelanjaan yang masuk skala prioritas , masing-masing sebanyak 121 rumah sakit dan 59 pusat perbelanjaan,” urai Sugeng Widodo.
Lokasi berskala prioritas berikutnya yang termasuk fokus pemantauan jajarannya selama Idul Adha 2026 dan Waisak 2026, tambah Sugeng Widodo, yaitu berupa titik-titik berpredikat Very Important Person (VIP) dan Very Very Important Person (VVIP), semisal kantor-kantor pemerintahan serta instansi strategis yang bersifat public service.
Demi kesempurnaan pelayanan, Sugeng Widodo menyatakan, selama dua momen keagamaan itu bergulir, pihaknya juga mengaktifkan pola pelayanan digital melalui aplikasi PLN Mobile tetap bisa diakses masyarakat secara non-stop selama 24 jam. (win/*)

