
PENTAS TV – BANDUNG, Selama beberapa waktu terakhir, dampak terjadinya berbagai dinamika global, semisal konflik geopolitik di Timur Tengah cukup terasa.
Di antaranya, perkembangan negatif kurs rupiah, terutama terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, mata uang kebanggaan Indonesia tersebut berada pada level yang melebihi Rp17.500 per dolar AS.
Tentunya, hal itu berpengaruh pada beberapa sektor dan harga beragam komoditas, utamanya, yang berbahan baku impor.
Meski demikian, beberapa sektor industri masih menunjukkan performa dan kinerja positif. Antara lain, otomotif.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume penjualan mobil pada Januari-April 2026 berjumlah sekitar 287 ribu unit.
Perbandingannya dengan periode sama 2025, yang jumlahnya 268 ribu unit, lebih banyak 7 persen.
Di antara brand-brand yang beredar di tanah air, produk asal Jepang, Daihatsu, masuk jajaran mobil terlaris di tanah air.
PT Astra Daihatsu Motor (ADM), selaku Agen Pemegang Merek (APM) Daihatsu Motor Company, mengklaim bahwa selama Januari-April 2026, secara retail sales, volume penjualannya melebihi level 45 ribu unit.
Dalam keterangannya, Sri Agung Handayani, Marketing & Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengungkapkan, pada empat bulan awal 2026, sebanyak 46.953 unit terjual kepada para konsumennya.
“Mengacu pada data realisasi retail sales selama Januari-April 2026 itu, kami meraih 16,3 persen market share pasar otomotif nasional,” tandas Sri Agung Handayani.
Dia mengatakan, pada empat bulan perdana tahun ini, realisasi penjualan secara retail sales seluruh segmen, yakni Passenger Vehicle dan Commercial Vehicle, termasuk Low Cost Green Car (LCGC) mengalami pergerakan positif.
Sebagai bukti, beber dia, pada segmen Passenger Vehicle LCGC, dua produk andalannya, Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla, tetap kompetitif.
Berkat keduanya, sambung Sri Agung Handayani, pihaknya meraih 36,8 persen market share segmen LCGC.
Masih pada segmen. Passenger Vehicle, varian Medium Sport Utility Vehicle (MSUV), lanjutnya, pihaknya merebut 30,4 persen market share berkat Daihatsu Terios.
Sri Agung Handayani meneruskan, pada segmen Commercial Vehicle, Daihatsu Gran Max Series, yang terdiri atas Daihatsu Gran Max Pick Up (PU) dan Blind Van, tetap menjadi andalan.
“Dua model Daihatsu Gran Max Series itu mendominasi pasar The Entry Commercial Vehicle, yakni meraih 63,3 persen market share,” papar Sri Agung Handayani. (win/*

