
PENTAS.TV – BANDUNG, Petualangan armada kebanggaan publik Jabar, Persib, pada pentas BRI Indonesia Super League 2025-2026 berakhir manis dan luar biasa.
Berkat hasil imbang 0-0 dengan Persijap pada matchday 34, The Blue Prince resmi menyegel titel juara. Bagi Maung Bandung, ini adalah gelar ketiga kalinya secara beruntun alias hattrick.
Pencapaian fenomenal skuad besutan Bojan Hodak tersebut memunculkan euforia para bobotoh. Seperti biasa, para bobotoh meluapkan kegembiraannya melalui pawai dan konvoi pada ruas-ruas jalan, khususnya di Kota Bandung.
Tentu saja, konvoi para pendukung fanatik armada berkostum biru ini berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.
Berdasarkan pertimbangan itu, di Wilayah 2 Bandung, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) memberi saran kepada para calon penumpangnya agar tiba lebih awal di titik-titik keberangkatan, khususnya Stasiun Bandung dan Kiaracondong.
Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, berpendapat, tidak tertutup kemungkinan kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas pada beberapa ruas jalan Kota Bandung terjadi seiring dengan tampilnya Persib sebagai jawara BRI Indonesia Super League 2025-2026.
“Kami mengimbau seluruh penumpang supaya tiba lebih awal di stasiun-stasiun keberangkatan supaya tidak tertinggal kereta,” saran Kus, sapaan akrabnya.
Terjadinya potensi kepadatan dan kemacetan lalu lintas pada beberapa ruas jalan Kota Bandung tersebut, jelasnya, karena kemungkinan besar, para bobotoh tumpah ruah dan berkonvoi merayakan keberhasilan The Blue Prince meraih gelar ke-10, termasuk saat berlaga dalam ajang Kompetisi Perserikatan dan era Hindia Belanda pada 1937.
Supaya tiba lebih awal di stasiun-stasiun keberangkatan, mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon itu menganjurkan seluruh calon penumpangnya supaya mengatur waktu perjalanannya dari kediaman masing-masing.
Tidak hanya bagi para penumpangnya, korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik ini pun memberi wejangan kepada seluruh masyarakat, termasuk para bobotoh yang berkonvoi menyambut pencapaian fenomenal Persib
“Demi keamanan dan keselamatan bersama, kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tertib, disiplin, dan menaati peraturan-peraturan saat berlalu lintas, termasuk regulasi perkeretaan,” paparnya.
Umpamanya, jelas dia, tetap memprioritaskan keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan seluruh perjalanan kereta.
Caranya, terang Kus, sapaan akrabnya, tidak menerobos palang pintu perlintasan ketika kereta melaju. Selain itu, sahutnya, tidak beraktivitas apa pun pada seluruh area jalur kereta, seperti swafoto. (win)

