
PENTAS.TV – BANDUNG, Demi terciptanya ketahanan dan stabilitas pangan, khususnya komoditas beras, baik harga maupun stok, dan agar cita-cita swasembada pangan terealisasi, pemerintah menerapkan beragam strategi.
Antara lain, menugaskan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) gencar agar gencar menyerap beras atau gabah kering setara beras petani.
Tahun ini, Perum Bulog menerima amanat pemerintah agar volume penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras sebanyak 4 juta ton.
Bagaimana perkembangannya?
Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menegaskan, proses penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras senantiasa pihaknya gencarkan.
“Alhamdulillah hasilnya positif. Secara nasional, saat ini, volume penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras mencapai 3 juta ton, atau 75 persen penugasan pemerintah,” tandas Ahmad Rizal Ramdhani.
Bagi jajarannya, pencapaian itu adalah hal luar biasa. Pasalnya, volume penyerapan sebanyak 3 juta ton itu terealisasi tidak melebihi enam bulan.
Tentunya, ujar dia, hasil penyerapan yang masif itu berdampak positif pada ketersediaan beras nasional atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Dia mengklaim, berkat realisasi penyerapan selama 2026, stok CBP yang pihaknya kelola semakin berlimpah. Volumenya melebihi 5 juta ton.
Masifnya hasil penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras bervolume 3 juta ton tersebut, tambahnya, berkat penerapan berbagai strategi dan sinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk kalangan petani. (win /*)

