Desa Lamajang, Laboratorium Alam

0
Lamajang, Gunung Tilu - Jawa Barat

Memasuki kawasan Desa Lamajang kita bisa melihat suasana yang unik. Perkampungan ini terletak di daerah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Batas wilayah desa lamajang adalah sebelah utara Desa Sukamaju, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Pulosari, sebelah barat berbatasan dengan Desa Sukamaju dan Mekarsari dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Cikalong dan Tribaktimulya.

Luas wilayah desa Lamajang adalah 4.016, 091 hektar dengan ketinggian 900-1200 mdpl. Curah hujan rata-rata 1000 – 2500 mm per tahun. Suhu udara rata-rata 30 derajat. Terdiri dari 23 RW dan 92 RT.

Dengan curah hujan tersebut, kawasan ini merupakan pertanian yang subur. Sebagian besar masyarakatnya adalah petani yang menggarap berbagai jenis hortikultura yang cocok ditanam di daerah tersebut.

Penggunaan lahan adalah untuk pertanian lahan kering sekira 1.001 hektar, perkebunan sekira seluas 1.730 hektar, permukiman sekira seluas 2006 hektar, kolam sekira  seluas 4 hektar, dan untuk fasilitas desa lainnya sekira seluas 2.145 hektar.

Di Desa Lamajang terdapat dua hutan adat (hutan larangan). Satu Kampung Adat Cikondang dengan luas 2,5 hektar dan yang kedua di Kampung Lamajang dengan luas lahan 1 hektar.

Di kampung Lamajang terdapat situs berupa Menhir. Warga setempat menyebutnya dengan situs Batu Nanceb. Terdapat pula makam Mbah Dalem Lamajang, leluhur Lamajang.

Area pertanian di Desa Lamajang  tampak subur dengan aliran air yang terus ada sepanjang tahun. Ini yang membuat kawasan tersebut menjadi selalu hijau selama musim penghujan dan juga musim kering.

Salah satu yang membuat kawasan ini tetap memiliki air mengalir adalah karena warga setempat memiliki upacara khusus menghargai sungai yaitu “Hajat Solokan”.

Hajat Solokan dilakukan setiap tahun pada tanggal 28, 29, 30 bulan Muharram.

Menurut tokoh adat setempat Ki Anom Djoehana, Hajat Solokan ini sudah dilakukan sejak 6 keturunan sebelum dia.

Pada Hajat Solokan ini warga melakukan ritual yang intinya menghargai alam agar air terus mengalir. Mereka berkumpul di sebuah tempat di sisi sungai kemudian melakukan ritual seperti pembacaan doa.

Aliran Sungai Cisangkuy yang biasa dipakai Hajat Solokan mengairi sebagian besar pesawahan Desa Lamajang seluas sekira 150 hektar. Sisanya selokan selokan kecil Cilamajang yang mengairi sekira 20 hektar pesawahan desa.

Tokoh Kampung Cikondang, Ki Anom Djoehana

Desa Lamajang termasuk kawasan yang memiliki landscape lengkap. Area tinggi yang memiliki padang pemandangan elok dan eksentrik seperti kawasan Gunung Tilu. Di kawasan ini ditumbuhi ribuan kopi Arabika yang menjadi salah satu hasil andalan pertanian desa.

💫 Gunung Tilu

Ketinggian Gunung Tilu 2.056 meter. Terdiri dari 3 gunung yang berdekatan yaitu Gunung Paseban, Gunung Agung dan Gunung Sepuh Patuhaan. Wajah Gunung terlihat nampak jelas indah dan cantik terlihat dari Kampung Karang Tengah Desa Lamajang. Hutannya pun masih tetap lestari.

💫 Kampung Adat Cikondang

Kampung Adat Cikondang dengan ketinggian 1.022 mdpl, luas lahan 3,5 hektar terbagi tiga bagian yaitu 2,5 hektar hutan adat, 500 tumbak sawah adat, dan sisanya rumah adat dan pelataran halaman adat.

Menhir, atau Batu Nanceb

Kampung Adat cikondang masih menyimpan naskah kuno, situs dan artefak. Rumah adat 200 tahunan lebih turun temurun adalah basis kabuyutan yang masih melaksanakan aturan tata titi adab adat istiadat dengan cara ciri keunikannya.

Disebut kampung adat memang sejak dahulu kala kawasan ini tetap terjaga. Memiliki petatah-petitih yang masih tetap dipegang sampai saat ini. Seperti waktu berkunjung untuk orang luar dan juga aturan yang harus dipakai selama berada di dalam kawasan tersebut.

Salah satu yang menarik adalah bangunan rumah di kampung adat ini masih didominasi oleh bangunan tradisional berbentuk rumah panggung yang terbuat dari bilik.

Kampung Cikondang merupakan salah satu dari kampung yang ada di Desa Lamajang. Keunikan kawasan Desa Lamajang, meski berada di ketinggian tidak sedingin daerah Pangalengan, Puntang dan Ciwidey.

Desa lamajang sendiri terdiri dari 23 rukun warga dengan jumlah total penduduk sekira 10.153 jiwa terdiri dari laki-laki 5.103 jiwa dan perempuan 5.050 jiwa.

💫 Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan yang ada di desa lamajang ini terdiri dari posyandu sebanyak 23 unit dalam kondisi masih baik.

💫 Prasarana Air

Prasarana air bersih terdiri dari 5 lokasi atau titik mata air yang bisa dimanfaatkan lebih maksimal.

💫 Prasarana Listrik

Jumlah rumah tangga yang sudah menggunakan fasilitas listrik sebanyak sekira 2.477 KK dan untuk beberapa home industri.

💫 Jaringan Jalan

Terdapat dua jaringan jalan yaitu jalan kabupaten dan jalan desa. Secara keseluruhan sepanjang 8.600 meter, kondisi jaringan jalan yang baik sepanjang 6.700 m dan rusak sepanjang 2.100 m. jalan Desa menggunakan beton.

Dengan kondisi tersebut, Desa Lamajang layak dijadikan Laboratorium Alam yang memang selama ini kerap dijadikan tempat penelitian dan tempat pengabdian masyarakat, beberapa institusi dalam dan luar negeri serta sejumlah kampus di Indonesia.