
PENTAS TV – BANDUNG, Beragam dinamika yang terjadi selama beberapa waktu terakhir, semisal konflik geopolitik di Timur Tengah, berdampak pada berbagai aspek, terutama ekonomi.
Satu efeknya yakni pada perkembangan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang saat ini, melebihi Rp17.500 per dolar AS.
Tentunya, bagi Indonesia, kondisi itu berimbas pada harga sejumlah komoditas, di antaranya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pada bulan keenam 2026, PT Pertamina (Persero) Patra Niaga, memberlakukan harga baru BBM, khususnya, yang berjenis disel non-subsidi, yakni Dexlite dan Pertamina Disel Extra (DEX), serta BBM berkandungan oktan melebihi 95 Research Octane Number (RON), yaitu Pertamax Turbo.
Dalam keterangannya, Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero ) Patra Niaga, mengemukakan, penyesuaian harga jual beberapa jenis BBM non-subsidi itu merupakan upaya jajarannya agar mobilitas masyarakat tetap berlangsung.
“Penetapan dan penyesuaian harga (BBM), khususnya, yang bersifat non-subsidi, berlangsung berkala, mengacu pada berbagai pertimbangan serta formula,” tandasnya.
Roberth MV Dumatubun menyatakan, pemberlakuan harga baru BBM non-subsidi itu juga berdasarkan pada pertimbangan mengenai harga energi skala internasional, beserta sejumlah parameter lainnya.
Tidak itu saja, ucap dia, kebutuhan, kondisi, serta daya beli masyarakat pun termasuk dalam pertimbangan jajarannya berkenaan dengan penetapan serta penyesuaian harga BBM.
Dia membeberkan, pada Juni 2026, harga Pertamax Turbo, yang berkadar oktan RON 98, lebih mahal Rp850 per liter atau menjadi Rp21.000 per liter.
Lain halnya dengan dua BBM non-subsidi lainnya, Dexlite dan Pertamina DEX. Pada Juni 2026, sebut dia, harga Dexlite lebih murah Rp3.000 per liter atau menjadi Rp23.000 per liter.
Sedangkan Pertamina DEX, ungkap Roberth MV Dumatubun, harga barunya Rp24.800 per liter, lebih murah Rp3.100 per liter daripada sebelumnya, yakni Rp27.900 per liter.
Namun, sahutnya, ada juga BBM non-subsidi produk PT Pertamina (Persero) yang tidak mengalami perubahan harga.
Yaitu, kata Roberth MV Dumatubun, Pertamax RON 92. Nominalnya Rp12.300 per liter.
Begitu pula BBM non-subsidi produk Pertamina (Persero), yang berkonsep green & clean energy, Pertamax Green 95. Awal Juni 2026, bandrol harga BBM non-subsidi ini yaitu tetap pada level Rp12.900 per liter.
Lalu, apa kabarnya Pertalite?
Roberth MV Dumatubun menegaskan, berbeda dengan BBM non-subsidi, karena sifatnya komoditas bersubsidi, Pertalite dan solar tidak mengalami perubahan.
Penetapan dan penyesuaian harga BBM subsidi, jelasnya, bukanlah kewenangan jajarannya, melainkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Roberth MV Dumatubun menginformasikan, bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan.
Artinya, terang Roberth MV Dumatubun, harga Pertalite pada periode Juni 2026 tetap Rp10.000 per liter.
Harga BBM pada mulai 1 Juni 2026
1. Pertalite: Rp10.000 per liter
1. Dexlite (CN 51): Rp 23.000 per liter
2. Pertamina Dex (CN 53): Rp.24.800 per liter
3. Pertamax : Rp. 12.300 per liter
4. .Pertamax Green 95 : Rp. 12.900 per liter
5. .Pertamax Turbo Rp. 20.750 per liter. (win/*)

