Dampak Covid-19, Kebun Binatang di Indonesia Alami Krisis Pakan

0
63

Bandung, Pentas – Situasi krisis akibat dari Wabah COVID-19 menjadi ujian beratbagi para pengelola kebun binatang, pasalnya pengelola kebun binatatang harus melakukan penyesuaian terhadap manajemen pakan satwa.

Untuk mengetahui kondisi kebun binatang di Indonesia di tengah pandemi COVID-19 ini, Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI) melakukan survey internal terhadap para anggotanaya. Hasilnya, sebesar 92,11% Anggota Hanya bertahan untuk pemberian pakan kurang dari satu bulan. Sedangkan dari 60 anggota PKBSI, kemampuan Kebun Binatang yang mampu bertahan menyediakan pakan selama jangka waktu 1- 3 bulan sebanyak 5,26 %. KB dan yang mampu menyediakan pakan lebih dari 3 bulan hanya berkisar 2,63%. Artinya, 90% anggota PKBSI hanya bisa bertahan dalam satu bulan.  

“Mengacu ke situasi krisis ini, ¬†hampir seluruh manajemen KB melakukan penyesuaian terhadap manajemen pakan satwa. Mulai dari substitusi, pengurangan porsi hingga pendekatan manajemen pakan lainnya. Tentu tetap bedasarkan pada etika hewan maupun kesehatan dan kesejahteraan satwa,” ungkap Humas dan Promosi PKBSI, Sulhan Syafi’i, melalui rilis yang diterima pentastv, Jumat (24/04/2020). ¬†

Sulhan menambahan, dari surevy tersebut disimpulkan bahwa salah satu prioritas mendesak bagi kelangsungan hidup Kebun Binatang saat ini, khususnya yang beraitan dengan kesehatan dan kesejahteran satwa koleksinya adalah penguatan ketahanan pakan.****