
PENTAS.TV – BANDUNG, Bukti bahwa korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), sangat serius mewujudkan cita-cita pemerintah, yakni swasembada pangan, memang nyata.
Faktanya, saat ini, stok dan ketersediaan beras nasional atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sangat berlimpah.
Kepada media, Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengungkapkan, saat ini, volume stok beras nasional sekitar 5,23 juta ton.
Purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) ini mengklaim bahwa berlimpah ruahnya stok CBP tersebut berkat hasil penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani yang juga masif.
“Berdasarkan penugasan pemerintah, tahun ini, target penyerapan sebanyak 4 juta ton. Hingga 6 Mei 2026, realisasinya (penyerapan) yaitu sekitar 2,4 juta ton setara beras,” tandas Ahmad Rizal Ramdhani.
Agar pengelolaan dan pendistribusian CBP optimal, Ahmad Rizal Ramdhani mengemukakan, pihaknya mengaktifkan seluruh jaringan pergudangan yang lokasinya di seluruh wilayah tanah air.
Secara keseluruhan, bebernya, saat ini, pihaknya memiliki 1.555 unit gudang berkapasitas 3,7 juta ton .
Penyimpanan dan pengelolaan sisanya, ungkap dia, pihaknya memanfaatkan gudang-gudang eksternal melalui sistem sewa, yang kapasitasnya hampir mencapai 2 juta ton.
Berkenaan dengan pergudangan, Ahmad Rizal Ramdhani kembali mengatakan, bahwa pemerintah menyiapkan anggaran bernilai triliunan rupiah untuk membangun 100 unit gudang baru.
Lokasi prioritasnya, tutur dia, yakni beberapa wilayah berkatagori Terdepan. Misalnya, sambung Ahmad Rizal Ramdhani, Nias, Natuna, dan Morotai. (win/*)

