Bandung, PentasTV – Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi, manajemen Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo ternyata memikul tanggung jawab yang tidak banyak diketahui publik.
Selain merawat ratusan satwa koleksi, mereka juga harus mengurus kucing-kucing yang diduga sengaja dibuang oleh pemiliknya di sekitar kawasan kebun binatang.
Hampir setiap waktu, petugas menemukan kucing berkeliaran di area parkir maupun jalan sekitar Bandung Zoo. Sebagian besar terlihat bukan kucing liar yang terbiasa hidup di jalanan.
Tubuhnya terawat, bulunya bersih, bahkan ada yang masih mengenakan kalung.
Pemandangan itu menyisakan pertanyaan sekaligus keprihatinan. Ketika pemilik memilih meninggalkan tanggung jawabnya, kucing-kucing tersebut justru mendapat perlindungan dari pengelola kebun binatang yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan operasional satwa-satwa di dalamnya.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafe’i yang akrab disapa Kang Aan, mengatakan pihaknya kerap menemukan indikasi bahwa kebun binatang dijadikan lokasi pembuangan hewan peliharaan.
“Ada beberapa kucing yang bukan kucing liar karena penampilannya bagus, rapi, pakai kalung, makanan juga rapi. Artinya memang ada sisi tertentu kebun binatang itu dijadikan tempat membuang kucing. Jadi kami menghimbau warga stop membuang kucing di area parkir atau di pinggir Jalan Kebun Binatang Bandung,” ujar Kang Aan. Senin 6 Mei 2026
Alih-alih membiarkan, Bandung Zoo memilih merawat kucing-kucing tersebut. Mereka ditangkap dengan aman, dikarantina, diberi perawatan, bahkan disterilkan untuk mencegah pertumbuhan populasi yang tidak terkendali.
Langkah itu tentu membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya tambahan. Namun yang lebih berat, keberadaan kucing liar juga berpotensi membawa penyakit yang dapat mengancam satwa koleksi kebun binatang.
Kang Aan mengungkapkan bahwa virus yang dibawa kucing pernah menimbulkan dampak serius bagi satwa di Bandung Zoo.
“Kalau tidak dilakukan itu ya kebayang banyak banget kucing di kebun binatang. Virus kucing itu salah satunya korbannya, kemarin yang bikin heboh, dua anak harimau benggala kami sampai mati karena virus yang mereka bawa.” kata Sulhan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan kebun binatang sebagai tempat meninggalkan hewan peliharaan yang sudah tidak diinginkan. Menurutnya, mencari adopter atau menitipkan kepada komunitas pecinta hewan jauh lebih manusiawi.
Di balik kandang-kandang satwa eksotis Bandung Zoo, ada kisah lain yang jarang terlihat. Kisah tentang kucing-kucing yang ditinggalkan pemiliknya, namun tetap dirawat dengan kasih sayang oleh mereka yang sebenarnya tidak pernah diminta untuk memikul tanggung jawab tersebut.***

