Bandung Zoo Ditutup, Satwa Terisolasi: Di Balik Pagar yang Terkunci, Lumut Kini Menguasai Kebun Binatang

Publikasi:

BANDUNG, PENTAS.TV – Status legalitas pengelola Bandung Zoo hingga kini masih menjadi tanda tanya. Di tengah sengkarut hukum yang belum menemukan titik terang, nasib 694 satwa di dalamnya ikut tersandera.

Sejak Pemerintah Kota Bandung menutup akses kunjungan masyarakat, seluruh aktivitas interaksi antara warga dan satwa berhenti total. Akibatnya, publik kini hanya bisa berspekulasi mengenai kondisi sebenarnya di balik pagar kebun binatang tersebut.

Perhatian masyarakat memang masih tertuju pada kesehatan satwa dan ketersediaan pakan. Namun kondisi kawasan di dalam Bandung Zoo justru nyaris luput dari sorotan. Kebun binatang yang dulu ramai pengunjung kini seolah ikut “dikarantina” dari perhatian publik.

“Publik hanya bisa menebak-nebak kondisi di dalam kebun binatang karena akses kunjungan ditutup dan aktivitas berhenti total,”

Dari Tempat Rekreasi Favorit Menjadi Kawasan yang Sepi dan Terabaikan Bandung Zoo pernah menjadi ruang rekreasi yang asri dan teduh. Anak-anak berlarian melihat satwa, keluarga bersantai di bawah pepohonan rindang, sementara pengunjung lainnya mengabadikan momen di berbagai sudut kawasan.

Kini suasananya berubah drastis

Pepohonan di gerbang utama mulai meranggas. Pohon-pohon palem yang dulu berdiri kokoh kini tampak mengering, menyisakan batang yang menjulang tanpa kehidupan.

Sementara lorong-lorong yang dahulu ramai dilalui pengunjung kini ditutupi lumut hijau akibat tingginya kelembaban dan minim aktivitas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, jalanan licin berlumut bisa menjadi persoalan baru ketika Bandung Zoo kembali dibuka untuk umum.

Jalan Licin Berlumut Sudah Makan Korban

Kondisi tersebut bahkan telah menyebabkan kecelakaan ringan. Seniman Sunda, Abah Nano mengaku terjatuh saat melintasi jalur di dalam kawasan Bandung Zoo menggunakan sepeda motor.

Jalan yang dipenuhi lumut membuat kendaraannya tergelincir hingga menyebabkan kaki kirinya keseleo.

“Muhun kang, tadi pas ngokol motor jalanna leueur da seueur lumut langsung labuh. Motor ninggang kana sampéan palih kiwa,” ujar Abah Nano di Bandung Zoo.

Pengakuan serupa datang dari pegawai kebun binatang. Mereka menyebut jalur yang biasanya diinjak ribuan pengunjung setiap hari kini menjadi lembab dan licin karena tidak lagi digunakan.

“Biasanya setiap jalan sering dilalui dan diinjak pengunjung yang berinteraksi dengan satwa. Sekarang tidak ada aktivitas, itulah kondisi sebenarnya,” ujar seorang pegawai yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pengelola Akui Lumut Tumbuh Tak Terkendali

Pengelola transisi Bandung Zoo, Rohman Suryaman, bersama Humas Sulhan Safe’i, membenarkan kondisi tersebut. Menurut mereka, tingginya kelembaban dan tidak adanya aktivitas pengunjung membuat lumut tumbuh semakin masif di sejumlah jalur.

“Ya memang begitulah adanya, tidak mengada-ada,” kata Sulhan Safe’i.

Kondisi Bandung Zoo hari ini menjadi gambaran nyata dampak panjang dari kisruh yang tak kunjung selesai. Bukan hanya legalitas pengelola yang masih menggantung, tetapi juga wajah kawasan konservasi yang perlahan kehilangan denyut kehidupannya di hadapan publik.***

Editor: Mpud BS

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Bandung Zoo Perketat Pengawasan Kesehatan Satwa, Pakan Tetap Terjamin Selama Masa Transisi

Pentas.TV-Bandung, Pengelola Bandung Zoo memastikan kebutuhan pakan seluruh satwa...

Pasca Longsor Pasirlangu, Garda Mawar Bangun Jalan Akses Ekonomi Warga dan Beri Harapan Baru

Pentas.TV-Kabupaten Bandung Barat – Komunitas Garda Mawar kembali menunjukkan...

Bandung Zoo Berbenah Jelang Pengelola Baru, 121 Karyawan Intensifkan Perawatan Kandang dan Satwa

Pentas.TV-Bandung, Sebanyak 121 karyawan Bandung Zoo terus melakukan pemeliharaan...

Soal MinyaKita: Bulog Ingatkan Para Pedagang, Nakal? Ini Akibatnya

PENTAS.TV - BANDUNG, Banyak agenda dan kiat pemerintah bersama...