PENTAS.TV – BANDUNG, Hampir setiap tahun, di Indonesia, ada momen atau periode yang benar-benar super sibuk. Di antaranya, periode Idul Fitri.

Itu terjadi karena selain bertambah masifnya beragam kebutuhan, frekuensi mobilitas pun semakin ramai.

Berkenaan dengan Idul Fitri 2026, seperti tahun-tahun sebelumnya, mobilitas orang pun jauh lebih masif daripada kondisi normal. Satu indikatornya, tercermin pada volume penumpang kereta.

Di Wilayah 2 Bandung, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), mengklaim, untuk sementara, 18 Maret 2026 merupakan puncak arus mudik para penumpang kereta.

“Secara kumulatif, di wilayah kerja kami, volume penumpang kereta berjumlah 40.600 orang,” tandas Kuswardoyo, Manager Hubungan Masyarakat Humas PT (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

Puluhan ribu penumpang yang terlayani tersebut, kata Kus, sapaan akrabnya, terdiri atas sebanyak 20.614 orang yang berangkat dari seluruh stasiun di wilayah kerjanya.

Sisanya, lanjut dia, adalah kedatangan sebanyak 19.986 orang penumpang di stasiun-stasiun Wilayah 2 Bandung.

Soal penjualan tiket, Kus menyatakan, volumenya terus bertambah. Selama periode 11-19 Maret 2026 selama Masa Angkutan Idul Fitri tahun ini, sebanyak 298.929 lembar tiket menjadi milik para penumpang.

Angka tu, terang mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun tersebut, setara dengan 86,4 persen kapasitas atau ketersediaan tempat duduk, yang berjumlah 345.840 seat.

Mantan Public Relations Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) ini berpendapat, membludaknya volume penumpang menunjukkan masyarakat semakin menempatkan kereta sebagai moda transportasi terfavorit dan pilihan utama.

Tentu saja, tegas dia, agar demi keamanan, keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan seluruh perjalanan selama Masa Angkutan Idul Fitri 2026, pihaknya melakukan berbagai upaya dan persiapan strategis.

Antara lain, kata dia, secara rutin dan berkala, pihaknya melakukan perbaikan, pemeriksaan, perawatan, dan pemerliharan berkala seluruh armadanya, baik lokomotif maupun rangkaian kereta.

Perbaikan, pemeriksaan, perawatan, dan pemeliharaan itu pun, sambungnya, meliputi fasilitas-fasilitas lainnya, baik jalur, stasiun, dan sebagainya.

Agar seluruh perjalanan benar-benar kondusif, kata dia, pihak ya juga mengerahkan petugas yangg bertugas secara profesional, baik yang bersifat reguler maupun ekstra.

Yang tidak kalah krusialnya, imbuh dia, pihaknya juga menyiagakan personil pengamanan, baik internal, seperti Kepolisian Khusus Kereta (Polsuska) maupun eksternal, yang merupakan hasil sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Republik Indonesia (Polri). (win/*)