Pentas.TV-Bandung, Sejumlah pekerja sibuk merawat bayi-bayi Jalak Bali. Burung tersebut dirawat dengan apik. Para pekerja ini sudah puluhan tahun melakukan hal itu.
Rutinitas ini bukan sembarangan. Mereka bisa disebut sebagai pejuang penyelamatan ikon Pulau Dewata, Jalak Bali atau biasa disebut Curik Bali. Kegiatan diatas berlangsung di sebuah rumah di Bandung. Rumah milik Suhana, seorang penangkar Jalak Bali yang sudah masyhur. Di tangan Suhana dan tim nya, bayi-bayi Curik Bali dipisah-pisahkan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Suhana bercerita untuk pelepasliaran di Bali, kita memerlukan burung Jalak Bali tangguh. “Bukan sekedar Jalak Bali biasa, kita harus mencari Jalak Bali dengan mental baja seperti tentara”, ujarnya memberikan kiasan.
Curik Bali bermental tentara inilah yang akan dilepasliarkan di Bali pada tanggal 22 Mei mendatang. Tempat yang dipilih kali ini adalah Kabupaten Gianyar. Sebelumnya sudah ada tiga kabupaten yang dilakukan pelepasliaran oleh yayasan Friend of Nature People and Forest yakni kabupaten Klungkung, Tabanan dan Buleleng.
Memilih Curik Bali Bermental Tentara
Suhana dan tim setiap hari melakukan kerja apik memilih anakan Jalak Bali. Mereka memilah anakan dengan treatment tertentu untuk pelepasliaran.
Anakan tersebut dilatih agar bisa bertahan di alam, agar tidak cepat sakit bila terkena angin, hujan atau panas di cuaca ekstrem. Burung-burung itu juga dilatih agar bisa mencari makan mandiri di alam.
Menurut Suhana semua ini menjadi penting, karena pelepasliaran bukan sekedar seremonial. Burung-burung tersebut harus bisa bertahan di tempat barunya.
Semua burung yang dilepaskan itu sudah dilatih selama dua tahun sebelum siap dilepasliarkan. “Semua burung itu menggunakan ring di kakinya sebagai tanda bahwa burung tersebut adalah hasil penangkaran, bukan penangkapan di alam”, ujarnya.
Di Bali, Suhana bekerja sama dengan sebuah tim yang dikomandoi oleh Bayu, seorang pegiat dan pecinta lingkungan. Kerjasama yang baik ini akan terus dilanjutkan sampai mereka bisa menyebarkan Jalak Bali di semua kabupaten di Pulau Dewata.
Inilah saatnya burung Jalak Bali hasil penangkaran Suhana di Bandung pulang kampung. (Aan/*)

